Rumah Nyaris Roboh Dihuni 12 Jiwa di Bandung, Saparudin Menanti Janji Bantuan

harapanrakyat.com,- Di sudut permukiman Babakan Cikeruh, Kabupaten Bandung yang jarang tersentuh perhatian, Saparudin (56) masih bertahan di rumah berdinding bilik dengan atap yang bocor. Bersama adik perempuan dan keluarganya, ia menjalani hari-hari dalam keterbatasan.

Di rumah sederhana itu, sebanyak 12 jiwa tinggal dan menggantungkan harapan pada bangunan yang kondisinya jauh dari layak. Setiap hujan turun, rasa cemas selalu datang. Air merembes dari atap yang sudah lapuk, membasahi lantai tanah dan perabot seadanya. Saat angin kencang bertiup, dinding rumah ikut bergoyang, seperti bisa roboh kapan saja.

Namun, Saparudin dan keluarganya tidak punya banyak pilihan. Rumah itu tetap menjadi satu-satunya tempat berlindung, meski kondisinya semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Tahun Ini, Pemerintah Kota Bandung Targetkan Perbaikan 1797 Rutilahu

Di tengah kesulitan ekonomi, Saparudin dan keluarganya masih berharap ada bantuan. Ia tidak hanya butuh rumah, tetapi tempat tinggal yang aman agar keluarganya bisa hidup tanpa rasa takut setiap saat.

Untuk bertahan hidup, Saparudin bekerja serabutan. Penghasilannya tidak menentu, tergantung ada atau tidaknya pekerjaan setiap hari.

Baca Juga: Bantuan Rutilahu Bupati Ciamis Bikin Haru Warga Rancapetir

“Bekerja serabutan, apa saja dikerjakan yang memang belum jelas pemasukan yang didapat setiap hari,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/4/2026).

Rumah Saparudin Didata Berulang Tapi Bantuan Tak Kunjung Turun

Saparudin bercerita, pemerintah setempat sempat beberapa kali datang untuk mendata dan meninjau kondisi rumahnya. Mereka mendokumentasikan rumahnya berkali-kali untuk memenuhi syarat pengajuan bantuan. Tapi bantuan perbaikan rumah yang ditunggu hingga kini belum terealisasi.

“Dulu pernah beberapa kali ke sini, difoto, data juga sudah banyak tapi belum ada realisasi,” ungkapnya.

Diketahui, Saparudin telah tinggal di rumah itu sejak tahun 2000. Namun, dalam waktu yang lama itu rumahnya tak tersentuh renovasi. Proses pendataan untuk perbaikan dilakukan sejak 2013, namun tak pernah ada realisasi.

Baca Juga: Program Rutilahu, Pemkot Cimahi Komitmen Tingkatkan Kualitas Hunian Warga

“Belum pernah ada renovasi. Beberapa kali identitas dikasih ketika dari desa, kecamatan mengajukan,” kayanya.

Tak hanya dari pemerintah, dari pihak partai politik pun sempat mendatangi rumah Saparudin pada Februari lalu, namun tindak lanjutnya pun nihil.

Saparudin berharap ada pihak yang dermawan membantu memperbaiki rumahnya. Ia pun tak menampik, selama ini masih mendapat sesekali bantuan sosial dari pemerintah seperti BLT. Namun ia berharap ada bantuan perbaikan rumahnya agar layak huni. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read More

Baca Juga