Richard Osman Pamit dari House of Games Setelah Sembilan Tahun: ‘Sudah Waktunya Melanjutkan’
Richard Osman resmi mengundurkan diri dari acara kuis House of Games di BBC setelah sembilan tahun membawakan program tersebut. Presenter dan novelis sukses itu menyebut tuntutan karier menulis sebagai alasan utama di balik keputusannya.
Richard Osman, presenter dan novelis asal Inggris yang dikenal luas oleh penggemar hiburan televisi, resmi mengumumkan keputusannya untuk mundur dari acara kuis populer House of Games setelah membawakan program tersebut selama sembilan tahun yang luar biasa. Keputusan ini mengejutkan banyak penonton setia yang selama hampir satu dekade menikmati gaya khasnya dalam memandu acara tersebut.
Sembilan Tahun Perjalanan Penuh Kenangan
Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada publik, Osman mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas perjalanan panjangnya bersama House of Games. Program kuis yang tayang di BBC ini telah menjadi salah satu acara hiburan paling diminati di Inggris, dengan format yang memadukan kecerdasan, humor, dan kompetisi seru antar selebriti.
“Ini adalah sembilan tahun yang luar biasa,” ujar Osman dalam pernyataannya. Ia menekankan bahwa keputusan untuk meninggalkan acara ini bukan didasari ketidakpuasan, melainkan karena tuntutan kariernya di bidang penulisan yang semakin berkembang pesat dan membutuhkan dedikasi penuh.
Karier Menulis Jadi Prioritas Utama
Osman yang kini dikenal luas sebagai novelis sukses menjelaskan bahwa keseimbangan antara dunia hiburan televisi dan dunia penulisan semakin sulit dipertahankan. Pria kelahiran Inggris ini telah meraih kesuksesan besar di dunia sastra dengan seri novel Thursday Murder Club yang menjadi bestseller internasional dan bahkan telah diadaptasi ke layar lebar.
“Dalam dunia penulisan, ada titik di mana kamu harus benar-benar menyerahkan dirimu sepenuhnya untuk itu,” kata Osman, menjelaskan alasan di balik keputusan besarnya tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa ambisinya di bidang sastra kini menjadi prioritas utama yang membutuhkan waktu dan energi lebih besar.
Warisan yang Ditinggalkan di Dunia Kuis Televisi
House of Games pertama kali mengudara di BBC Two dan dengan cepat membangun basis penonton yang loyal. Format acara ini menghadirkan para selebriti yang bersaing dalam berbagai permainan kuis kreatif selama satu pekan penuh, dengan skor yang terus terakumulasi hingga penentuan pemenang di akhir minggu. Gaya pembawaan Osman yang cerdas namun tetap hangat dan humoris menjadi salah satu daya tarik utama acara ini.
Kepergian Osman tentu meninggalkan celah besar yang tidak mudah diisi. Selama sembilan tahun, ia bukan sekadar presenter, melainkan juga menjadi identitas dari acara tersebut. Kini, BBC dihadapkan pada tantangan untuk menemukan sosok yang mampu meneruskan warisan yang telah dibangun dengan begitu kokoh oleh Osman.
Respons Publik dan Industri Hiburan
Berita ini langsung memicu gelombang respons dari para penggemar di berbagai platform media sosial. Banyak yang mengungkapkan kesedihan atas kepergian sang presenter sekaligus memberikan apresiasi atas kontribusi besarnya. Sejumlah tokoh industri hiburan Inggris juga turut memberikan ucapan perpisahan yang hangat kepada Osman.
Meskipun meninggalkan layar kaca, Osman dipastikan akan tetap hadir dalam kehidupan penggemarnya melalui karya-karya sastranya. Dengan rekam jejak sebagai salah satu novelis paling produktif dan populer di Inggris saat ini, babak baru dalam karier Richard Osman tampaknya menjanjikan pencapaian yang tak kalah gemilang dari apa yang telah ia raih di dunia pertelevisian.
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
