Saturday, 31 October 2026

Terkini
Nasional

Prabowo Dorong Desa Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus berupaya untuk mendorong desa sebagai salah satu sumber kekuatan ekonomi nasional.

Sumber foto: VIVA.co.id

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus berupaya untuk mendorong desa sebagai salah satu sumber kekuatan ekonomi nasional.

Bahkan dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR pada tengah Agustus 2026 lalu, Prabowo mengatakan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia saat ini justru berada di desa.

"Pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, pengrajin kita, perempuan kita, kepala keluarga kita, dan anak-anak muda kita yang membangun usaha di kampung-kampung atau desa mereka sendiri," kata Prabowo, dikutip Kamis (22/10/2026).

Karenanya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap, seluruh program yang dijalankan berbagai pihak guna menggali potensi ekonomi daerah secara objektif, harus terus dipacu guna menumbuhkan perekonomian di desa-desa seluruh Indonesia.

"Mudah-mudahan semakin banyak potensi ekonomi desa yang bisa diidentifikasi dengan objektif," kata AHY.

Bahkan, Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, sempat meninjau langsung hasil program pelatihan pengolahan hasil kebun jadi camilan sehat yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair), kepada para warga Prafi, Manokwari, Papua Barat. Dia menegaskan, riset kampus harus berbuah manfaat ekonomi nyata.

"Pengembangan kajian dan riset tetap jalan tetapi harus hasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi," ujarnya.

Selama ini, kader posyandu di Distrik Prafi bekerja sukarela tanpa gaji. Kalaupun ada honor, jumlahnya hanya Rp 5.000 sampai Rp 10.000 dari kegiatan membantu program makan bergizi gratis (MBG).

Namun kini, lewat pelatihan mengolah hasil kebun sendiri menjadi camilan sehat, mereka akhirnya punya usaha dan penghasilan tambahan sebagaimana yang dirasakan langsung oleh Lailatul Khoriyah, seorang kader posyandu di Prafi.

"Yang awalnya kami belum memiliki usaha, sekarang menjadi memiliki usaha. Yang awalnya belum memiliki pemasukan, sekarang sudah mendapatkan pemasukan," ujar Khoriyah.

Ketua Tim 3 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair), Dr. Muthmainnah menjelaskan, program ini lahir karena banyak kader yang kondisi ekonominya memprihatinkan, padahal mereka sukarelawan tanpa gaji tetap.

"Para kader memiliki bahan pangan lokal yang tersedia di pekarangan, kebun, maupun sawah mereka. Biasanya, hasil panen tersebut hanya dijual mentah ke pasar," kata Muthmainnah.

Sumber: VIVA.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *