Friday, 30 October 2026

Terkini
Bandar Lampung

Polisi Amankan 4 Pelajar SMP Mandi di Sungai Rawan Banjir

Empat pelajar SMP di Telukbetung, Bandar Lampung, diamankan polisi setelah kedapatan mandi di aliran sungai yang rawan banjir bandang. diduga bolos sekolah

Sumber foto: LIDIK ID

LIDIK.ID, Lampung – Empat orang siswa SMP diciduk oleh personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Lampung usai tertangkap basah tengah mandi di aliran sungai yang rawan disergap banjir bandang di kawasan Telukbetung, Kota Bandar Lampung, pada Selasa (20/10/2026).

Keempat remaja tersebut diduga kuat sengaja membolos sekolah dan memilih menghabiskan waktu di area rawan bencana yang berisiko mengancam keselamatan jiwa mereka.

Kanit II Ditsamapta Polda Lampung, Ipda Jauhari, menjelaskan bahwa tindakan penertiban tersebut merupakan bagian dari giat patroli berkala kepolisian demi menghadirkan rasa aman, perlindungan, serta pengayoman bagi warga masyarakat.

Ia menambahkan bahwa jajarannya telah mengamankan empat siswa SMP yang diduga membolos sekolah dan beraktivitas di area yang sangat rentan dilanda banjir bandang.

“Dalam giat hari ini, kita mengamankan empat pelajar SMP yang diduga bolos sekolah dan berada di lokasi rawan bencana banjir bandang,” ujar Jauhari dikutip dari RMOL. Selasa, (20/10/2026).

Menurutnya, tindakan cepat tersebut menjadi langkah antisipasi dini guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat beraktivitas di zona rawan bencana. Terlebih lagi, aliran sungai tersebut menyimpan potensi bahaya banjir bandang yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan siapa saja di sekitarnya.

Seusai diamankan, pihak kepolisian menggamit orang tua, perwakilan sekolah, hingga ketua RT setempat untuk memberikan pembinaan intensif sekaligus memperketat pengawasan terhadap aktivitas para murid tersebut.

“Kita memanggil orang tua, pihak sekolah, dan RT untuk meminta agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anaknya,” katanya.

Jauhari sangat menyayangkan insiden tersebut lantaran para orang tua mengaku telah mengantarkan buah hati mereka hingga ke sekolah. Namun, para siswa itu rupanya membolos dan malah nongkrong di aliran sungai yang sangat rentan disapu banjir bandang.

Ia turut mengingatkan bahwa lokasi sungai tersebut memiliki histori kelam banjir bandang, yang mana pernah menelan korban jiwa sejumlah mahasiswa akibat hanyut terseret derasnya arus hingga akhirnya ditemukan membusuk/meninggal dunia.

Oleh karena itu, Jauhari mengimbau para orang tua agar lebih proaktif mengawasi keberadaan serta dinamika kegiatan anak-anak mereka, dan tidak menggantungkan fungsi pengawasan sepenuhnya kepada pihak sekolah semata.

“Saya mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anaknya. Terus jalin komunikasi guna mengetahui keberadaan mereka di sekolah dan jangan selalu mengandalkan pihak sekolah untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.***

Sumber: LIDIK ID. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *