Polisi Amankan 4 Pelajar SMP Mandi di Sungai Rawan Banjir
Empat pelajar SMP di Telukbetung, Bandar Lampung, diamankan polisi setelah kedapatan mandi di aliran sungai yang rawan banjir bandang. diduga bolos sekolah

LIDIK.ID, Lampung – Empat orang siswa SMP diciduk oleh personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Lampung usai tertangkap basah tengah mandi di aliran sungai yang rawan disergap banjir bandang di kawasan Telukbetung, Kota Bandar Lampung, pada Selasa (20/10/2026).
Keempat remaja tersebut diduga kuat sengaja membolos sekolah dan memilih menghabiskan waktu di area rawan bencana yang berisiko mengancam keselamatan jiwa mereka.
Kanit II Ditsamapta Polda Lampung, Ipda Jauhari, menjelaskan bahwa tindakan penertiban tersebut merupakan bagian dari giat patroli berkala kepolisian demi menghadirkan rasa aman, perlindungan, serta pengayoman bagi warga masyarakat.
Ia menambahkan bahwa jajarannya telah mengamankan empat siswa SMP yang diduga membolos sekolah dan beraktivitas di area yang sangat rentan dilanda banjir bandang.
“Dalam giat hari ini, kita mengamankan empat pelajar SMP yang diduga bolos sekolah dan berada di lokasi rawan bencana banjir bandang,” ujar Jauhari dikutip dari RMOL. Selasa, (20/10/2026).
Menurutnya, tindakan cepat tersebut menjadi langkah antisipasi dini guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat beraktivitas di zona rawan bencana. Terlebih lagi, aliran sungai tersebut menyimpan potensi bahaya banjir bandang yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan siapa saja di sekitarnya.
Seusai diamankan, pihak kepolisian menggamit orang tua, perwakilan sekolah, hingga ketua RT setempat untuk memberikan pembinaan intensif sekaligus memperketat pengawasan terhadap aktivitas para murid tersebut.
“Kita memanggil orang tua, pihak sekolah, dan RT untuk meminta agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anaknya,” katanya.
Jauhari sangat menyayangkan insiden tersebut lantaran para orang tua mengaku telah mengantarkan buah hati mereka hingga ke sekolah. Namun, para siswa itu rupanya membolos dan malah nongkrong di aliran sungai yang sangat rentan disapu banjir bandang.
Ia turut mengingatkan bahwa lokasi sungai tersebut memiliki histori kelam banjir bandang, yang mana pernah menelan korban jiwa sejumlah mahasiswa akibat hanyut terseret derasnya arus hingga akhirnya ditemukan membusuk/meninggal dunia.
Oleh karena itu, Jauhari mengimbau para orang tua agar lebih proaktif mengawasi keberadaan serta dinamika kegiatan anak-anak mereka, dan tidak menggantungkan fungsi pengawasan sepenuhnya kepada pihak sekolah semata.
“Saya mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anaknya. Terus jalin komunikasi guna mengetahui keberadaan mereka di sekolah dan jangan selalu mengandalkan pihak sekolah untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.***
Sumber: LIDIK ID. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
