Saturday, 31 October 2026

Terkini
Nasional

Perpustakaan Kemilau Ohoi Taar jadi Role Model Literasi Desa Nasional

Perpustakaan Kemilau Ohoi Taar, Kecamatan Pulau Dullah Selatan, Kota Tual, kembali mencatat prestasi di tingkat nasional, dengan meraih peringkat pertama pencapaian key performance indicator (KPI) untuk kategori perpustakaan desa tahun...

Sumber foto: RRI.co.id

RRI.CO.ID, Tual – Perpustakaan Kemilau Ohoi Taar, Kecamatan Pulau Dullah Selatan, Kota Tual, kembali mencatat prestasi di tingkat nasional, dengan meraih peringkat pertama pencapaian key performance indicator (KPI) untuk kategori perpustakaan desa tahun 2026.

Pengelola perpustakaan Kemilau Ohoi Taar, Piter Watafuhan melalui pesan singkat, Rabu (7/10/2026) mengatakan, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pihaknya, untuk terus mengembangkan perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat. Menurutnya, prestasi tersebut juga menjadikan Perpustakaan Kemilau Ohoi Taar sebagai salah satu rujukan bagi pengembangan perpustakaan desa di Provinsi Maluku.

Piter menjelaskan, pihaknya akan berbagi pengalaman dan materi pengelolaan perpustakaan, sekaligus menjadi role model bagi perpustakaan desa lain, dalam kegiatan yang akan dilaksanakan 27 oktober 2026. Selanjutnya, Perpustakaan Kemilau Ohoi Taar juga akan mengikuti peer learning meeting tingkat nasional di Jakarta, yang dijadwalkan pada awal November 2026.

“Kami selaku pengelolan Perpustakaan Kemilau Ohoi Taar, bangga dan bersyukur, bahwa di tahun 2026, kembali Perpustakaan Kemilau Ohoi Taar menduduki peringkat satu, untuk pencapaian key performance indicator untuk kategori Perpustakaan Desa di seluruh Indonesia, lebih khususnya di Provinsi Maluku”, kata Watafuhan.

Piter menambahkan, konsistensi prestasi Perpustakaan Kemilau tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Ohoi Taar, serta kerja sama berbagai pihak dan stakeholder di Ohoi Taar.

Ia berharap, dukungan tersebut dapat terus diberikan, agar Perpustakaan Kemilau Ohoi Taar dapat mempertahankan prestasinya, sekaligus menjadi pionir dalam meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat di desa.

Dengan demikian, perpustakaan desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, namun juga menjadi pusat pembelajaran masyarakat, pengembangan literasi dan pemberdayaan warga di tingkat desa.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *