Friday, 30 October 2026

Terkini
Timur Tengah

Pengamat Nilai RI Perlu Tangkap Peluang Investasi dari Wilayah Timur Tengah

Indonesia harus menyambut peluang dari kondisi ini. Capital flight dari Gulf States yang selama ini dianggap sebagai safe heaven oleh para investor, harus ...

Sumber foto: JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Konflik berkepanjangan yang seolah tak berkesudahan ini tidak hanya merusak infrastruktur lokal, tetapi juga menjadikan investasi di Timur Tengah, khususnya wilayah Teluk (Gulf States), berpotensi kabur dari kawasan tersebut.

Pengamat Ekonomi Syariah dari Universitas Paramadina Imas Damayanti menilai konflik berkepanjangan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya wilayah Teluk, memang membawa dampak buruk bagi perekonomian Indonesia secara langsung maupun tidak langsung.

Namun, konflik tersebut juga menciptakan pergeseran modal dari wilayah Teluk dan membuka peluang investasi masuk bagi Indonesia.

"Indonesia harus menyambut peluang dari kondisi ini. Capital flight dari Gulf States yang selama ini dianggap sebagai safe heaven oleh para investor, harus berhasil direlokasi masuk ke Indonesia," kata Imas, di Jakarta, Kamis (15/10).

Menurut Imas, ketegangan yang terjadi di Timur Tengah dan juga wilayah Teluk belum menunjukkan tanda penyelesaian yang konkret.

Dia menyebutkan kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi keberlanjutan modal yang menggerakkan roda perekonomian negara di kawasan tersebut. Apalagi saat ini, Imas menekankan, instabilitas keamanan kawasan menjadikan indikator utama berjalannya sektor andalan wilayah Teluk yang saat ini sedang berupaya mendiversifikasi sektor non-migasnya.

Isu ketidakamanan dan penutupan ruang udara maupun laut di wilayah teluk menjadi bukti ketegangan konflik yang belum dapat diselesaikan dengan baik.

Imas menjelaskan dalam sektor pariwisata saja, penutupan ruang udara di wilayah Teluk berpotensi menghilangkan pendapatan belanja wisatawan internasional sebesar 58 miliar dolar AS. Tak hanya itu, proyek-proyek strategis dalam sektor properti dan digital yang sedang berlangsung di wilayah Teluk seperti Dubai dan Doha terancam mandek.

Sumber: JPNN.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *