Pemkab Padang Pariaman Targetkan Trek Sepatu Roda Berstandar Nasional Rampung 2027
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menargetkan pembangunan trek sepatu roda berstandar nasional di Kecamatan VII Koto selesai pada 2027 untuk meningkatkan pembinaan atlet daerah.
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, menargetkan pembangunan trek sepatu roda berstandar nasional di Kecamatan VII Koto rampung pada 2027. Infrastruktur ini digadang-gadang menjadi kunci peningkatan pembinaan atlet muda berbakat di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, di Parik Malintang, Senin, menyatakan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari pembangunan serupa yang telah dimulai pada 2019. “Tahun 2027 ditargetkan selesai, kami laksanakan di APBD awal,” ujarnya.
Pada tahap awal tahun 2019, Pemkab Padang Pariaman telah menggelontorkan anggaran mencapai Rp500 juta untuk membangun trek sepatu roda di Nagari Limpato. Untuk melanjutkan pembangunan di 2027, pemerintah daerah menyediakan anggaran sekitar Rp400 juta.
Anton menjelaskan, lokasi pembangunan tidak hanya diperuntukkan bagi trek sepatu roda. Di area yang sama juga akan dibangun fasilitas untuk skateboard dan skyland. Proyek ini diproyeksikan untuk memperkuat konsep wisata olahraga (sport tourism) di Padang Pariaman.
Meski demikian, ia mengakui bahwa fasilitas pendukung seperti tribun penonton belum dapat direalisasikan pada tahap ini karena keterbatasan anggaran. “Untuk fasilitas lainnya akan dianggarkan pada tahun berikutnya,” katanya.
Padang Pariaman dinilai memiliki banyak atlet berbakat di cabang olahraga sepatu roda, namun potensi tersebut selama ini terhambat oleh minimnya infrastruktur latihan yang memadai. Anton optimistis, dengan hadirnya trek berstandar nasional ini, prestasi atlet lokal akan melesat.
“Kami yakin atlet Padang Pariaman tidak hanya mampu bersaing di tingkat kabupaten dan kota se-Sumbar, tetapi juga di kancah nasional dan internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anton mengungkapkan bahwa Kecamatan VII Koto memang difokuskan sebagai kawasan sport tourism dan arena permainan. Di wilayah ini juga terdapat arena pacuan kuda yang terus dikembangkan untuk memperkuat daya tarik wisata olahraga daerah.
“Sehingga Kecamatan VII Koto kami fokuskan sebagai kawasan sport tourism dan arena permainan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi penerapan wisata olahraga, Pemkab Padang Pariaman rutin menggelar berbagai kegiatan yang mampu menyedot ribuan wisatawan. Kegiatan tersebut meliputi pacuan kuda, lari tanpa alas kaki di pantai, hingga kejuaraan selancar di kawasan pesisir.
Sumber: republika.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
