Menhaj Tekankan Pentingnya Persiapan Matang Hadapi Fase Armuzna

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH, – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menekankan pentingnya persiapan matang menjelang fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Ia menegaskan bahwa fase ini merupakan titik paling krusial dalam seluruh rangkaian ibadah haji.

Menhaj menyatakan bahwa fase Armuzna membutuhkan perhatian ekstra dan konsentrasi penuh, mengingat jutaan jamaah calon haji dari berbagai belahan dunia akan berkumpul di tempat yang sama dalam waktu bersamaan. “Armuzna adalah titik paling krusial dari proses haji. Di situlah seluruh jamaah calon haji dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat, sehingga diperlukan persiapan yang sangat matang,” ujarnya usai memimpin rapat koordinasi bersama Amirul Hajj di Kantor Daerah Kerja Makkah, Arab Saudi, Kamis.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyusun jadwal pergerakan jamaah calon haji secara ketat untuk menghindari penumpukan massal, baik di hotel pemondokan maupun selama perjalanan menuju Armuzna. Sesuai dengan rencana pergerakan, jamaah calon haji Indonesia akan mulai diberangkatkan menuju Arafah secara bertahap pada 8 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan Senin (25/5/2026).

“Mulai tanggal 8 (Dzulhijjah), kami menggerakkan jamaah calon haji masuk Arafah. Tentu dengan perhitungan-perhitungan dan jadwal yang sudah diatur secara ketat,” jelas Menhaj.

Selanjutnya, pada 9 Dzulhijjah, jamaah calon haji akan menjalani inti ibadah haji yakni wukuf di Arafah, sebelum kemudian bergerak menuju Muzdalifah dan Mina pada sore hingga malam hari. Kementerian Haji dan Umrah juga telah menyiapkan sejumlah skema layanan mobilitas untuk mendukung kelancaran pergerakan jamaah calon haji di lapangan, termasuk penerapan skema tanazul dan murur.

Di samping kesiapan manajemen transportasi, Menhaj juga meminta jamaah calon haji untuk mulai fokus menjaga kondisi fisik dan mental menjelang hari puncak tersebut. “Kami juga menyiapkan agar jamaah benar-benar siap fisik dan mental terkait Arafah karena tinggal beberapa hari lagi,” ujarnya.

Aspek lain yang mendapat perhatian serius adalah manajemen logistik dan konsumsi. Distribusi makanan selama fase Armuzna menghadapi tantangan tinggi akibat banyaknya akses jalan yang ditutup dan terbatasnya pergerakan kendaraan umum. Sebagai solusi, kementerian akan memaksimalkan pembagian konsumsi berupa makanan siap santap atau ready to eat (RTE) kepada jamaah calon haji.

“Kami akan memaksimalkan proses pembagian konsumsi terkait dengan konsumsi untuk makanan siap saji yang dibagikan kepada jamaah calon haji,” tambah Menhaj. Ia berharap melalui komitmen kesiapan yang matang dari berbagai lini tersebut, seluruh rangkaian puncak ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, sehingga seluruh jamaah calon haji dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read More

Baca Juga