Mengenang Tragedi Semanggi I pada 13 November 1998…

KOMPAS.com – Tragedi Semanggi I menjadi salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia.
Insiden ini terjadi ketika masyarakat dan mahasiswa bergabung dalam aksi demonstrasi untuk menolak Sidang Istimewa MPR pada 10-13 November 1998.
Mereka tidak memercayai para anggota DPR dan MPR serta pemerintahan BJ Habibie yang saat itu dinilai sebagai kepanjangan tangan Orde Baru.
Para demonstran mendesak untuk menyingkirkan militer dari panggung politik, serta pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru.
Orde Baru sendiri telah berakhir usai Presiden Soeharto mundur dari jabatannya pada 21 Mei 1998.
Unjuk rasa itu kemudian berakhir ricuh dengan aparat menembaki para demonstran menggunakan peluru tajam. Akibatnya, 17 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.
Baca juga: Saat Soeharto dan Marsinah Dapat Gelar Pahlawan Nasional Bersamaan…
Kronologi Tragedi Semanggi I
Dilansir dari Kompas.com (20/9/2022), demonstrasi untuk menolak Sidang Istimewa (SI) MPR 1998 berlangsung pada 11-13 November 1998.
Pada 11 November 1998, mahasiswa dan masyarakat bergerak dari Jalan Salemba, Jakarta Pusat.
Mereka terlibat bentrok dengan Pasukan Pengamanan Masyarakat atau Pam Swakarsa (kelompok sipil bersenjata yang dibentuk TNI) di Kompleks Tugu Proklamasi.
Sehari kemudian, ratusan demonstran bergerak menuju Gedung DPR/MPR, tetapi tidak berhasil menembus penjagaan tentara, Brimob, dan Pam Swakarsa.
Baca juga: Profil Munir, Aktivis HAM yang Terbunuh karena Diracun di Udara
Ketika itu, sebanyak 30.000 warga sipil juga direkrut oleh tentara dan dimobilisasi di sekitar gedung parlemen.
Demonstrasi yang berlangsung hingga malam hari itu mengakibatkan bentrokan di daerah Slipi dan Jalan Sudirman.
Akibatnya, puluhan mahasiswa mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit, sedangkan ribuan lainnya dievakuasi ke Universitas Atma Jaya.
Puncak demonstrasi yang berujung pada Tragedi Semanggi I terjadi pada 13 November 1998.
Kala itu, para demonstran dari berbagai wilayah yang diperkirakan berjumlah puluhan ribu orang, melebur di kawasan Semanggi dan sekitarnya.
Baca juga: Profil Marsinah, Pejuang Buruh yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Hari Ini
Artikel terkait
Berita terbaru
Video Fadli Zon: 18 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional, Siapanya Tunggu Tanggal Main!
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap Presiden Prabowo Subianto telah memilih 18 tokoh untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 2026. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding...
Gubernur Ansar Wacanakan Pertandingan Olahraga Antarkabupaten
DISKOMINFO KEPRI - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mewacanakan menggelar pertandingan sejumlah cabang olahraga antarkabupeten.Hal ini disampaikan Gubernur A
Enam Perwira Dimutasi, Empat Lainnya Dikukuhkan
BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, SH, SIK, MM, memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab), Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan, dan...
Operasi Sarang Narkoba di Pesawaran, Polda Lampung Terjunkan 401 Personel Kepung Tiga Desa di Tegineneng
Operasi Sarang Narkoba di Pesawaran, Polda Lampung Terjunkan 401 Personel Kepung Tiga Desa di Tegineneng
