Magis Rio Ngumoha, Remaja 18 Tahun yang Menginspirasi Kebangkitan Liverpool
Liverpool bangkit dari ketinggalan dua gol untuk memenangi laga lawan Villarreal dengan skor 4-3 berkat penampilan gemilang dari pemain remaja Rio Ngumoha.

LIVERPOOL, RABU — Penyerang sayap remaja Rio Ngumoha menampilkan salah satu performa terbaik dalam karier profesionalnya yang masih belia. Magis pemain berusia 18 tahun itu sukses menginspirasi kebangkitan Liverpool untuk mengalahkan Villarreal dengan skor 4-3 pada laga Liga Champions di Stadion Anfield, Liverpool, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB.
Tampil energik sepanjang pertandingan di saat rekan-rekannya yang lain kesulitan mengembangkan permainan, Ngumoha menjadi motor kebangkitan The Reds yang sempat tertinggal dua gol pada babak pertama.
Ngumoha yang posisi naturalnya pada posisi sayap kiri, kali ini dipercaya oleh pelatih Andoni Iraola mengisi pos sayap kanan. Ia membayar kepercayaan tersebut dengan permainan gemilang. Berkat kontribusinya mencatatkan dua asis untuk gol Ronald Araujo dan Alexis Mac Allister, penyerang asal Inggris ini dinobatkan sebagai pemain terbaik (player of the match).
"Ini adalah pertandingan terbaik yang pernah saya jalani. Saya sungguh menikmati permainan, dan rekan-rekan setim sangat membantu saya," kata Ngumoha kepada Amazon Prime seusai pertandingan.
Ngumoha mengakui, kepercayaan diri menjadi kuncinya di lapangan. Dengan gocekannya, berkali-kali pemain kelahiran 2008 itu membuat kocar-kacir barisan pertahanan Villarreal. Tusukannya dari sayap kanan sering kali tak mampu dibendung oleh bek kiri Sergi Cardona.
"Setiap kali mendapat bola dan ada peluang untuk berduel satu lawan satu atau dua lawan satu, saya percaya pada diri sendiri. Saya akan terus maju dan tampil tanpa kompromi," tambah Ngumoha.
Kontribusi vital Ngumoha berbuah manis dengan standing ovation dari publik Anfield ketika ia ditarik keluar pada menit ke-73, untuk digantikan oleh Bradley Barcola. Bukan hanya itu, beberapa kali sepanjang pertandingan pendukung tuan rumah meneriakkan ”Rio…Rio….”
"Kami memiliki suporter terbaik di dunia, dan mendengar nama saya diteriakkan adalah sebuah mimpi," kata Ngumoha.
Liverpool tampil buruk pada awal-awal pertandingan. Tak seperti biasanya, bek tengah Virgil van Dijk yang tenang dan tangguh, berkali-kali melakukan kesalahan. Salah satu kesalahan itu berakibat fatal ketika ia berusaha menyundul bola ke arah Allison pada menit ke-4. Sundulannya yang terlalu lemah bisa dipotong oleh Georges Mikautadze untuk membobol gawang Allison, membawa Villarreal unggul.
Ketinggalan satu gol tak membuat Liverpool segera bangkit. Mereka banyak melakukan kesalahan umpan dan selalu kalah dalam duel-duel perebutan bola. Permainan tanpa urgensi itu membuat tim tamu mampu menambah keunggulan lewat gol Cardona pada menit ke-29.
Barulah setelah ketinggalan dua gol, Liverpool seperti terbangun dari tidurnya. Ngumoha mengawali kebangkitan itu dengan tusukannya di sisi kiri pertahanan tim tamu yang menghasilkan sepak pojok. Dari sepak pojok yang diambil oleh Kostas Tsimikas itu, lahir gol pertama Liverpool yang dicetak oleh Mac Allister.
Kecemerlangan Ngumoha berlanjut hingga pada menit terakhir babak pertama, ketika ia memberikan asis bagi Araujo untuk menyamakan kedudukan. Ngumoha yang mendapat bola di sisi kanan pertahanan Villarreal, mengirim umpan ke tiang jauh yang mengelabuhi bek lawan. Araujo pun menyambutnya dengan sundulan untuk membobol gawang Peter Gulasci.
Pemain kelahiran London ini menyempurnakan kebangkitan Liverpool dengan umpan sempurna yang diselesaikan oleh Mac Allister pada menit ke-65. Ia menggocek bola menaklukkan Cardona kemudian menusuk kotak penalti sebelum melepaskan umpan silang ke Mac Allister. Gol keempat Liverpool dicetak oleh Florian Wirtz sedangkan gol ketiga Villarreal dicetak oleh Tanitoluwa Oluwaseyi.
Nama Ngumoha mulai mencuat musim lalu, tepatnya empat hari sebelum ulang tahunnya yang ke-17. Saat itu, ia melakoni debut senior bersama Liverpool sebagai pemain pengganti di markas Newcastle United dan langsung mencetak gol di penghujung laga yang menjadi penentu kemenangan 3-2.
Catatan tersebut menjadikannya sebagai pencetak gol termuda Liverpool di Liga Inggris. Dan pada laga melawan Villarreal ini, ia kembali menorehkan sejarah sebagai pemain termuda Liverpool yang mampu mencetak gol atau asis di ajang Liga Champions.
"Rekor-rekor ini luar biasa untuk dipecahkan, tetapi kemenangan adalah yang paling utama," ujar Ngumoha yang telah mencatatkan tiga penampilan bagi tim nasional Inggris di bawah Thomas Tuchel.
Mac Allister memberikan pujian kepada sang yunior. Menurutnya, pembeda pada pertandingan itu adalah berkat permainan gemilang dari Ngumoha.
"Rio luar biasa malam ini. Dia membuat perbedaan. Dia sangat penting dan saya turut senang untuknya. Kualitasnya sangat jelas. Semua orang tahu itu. Mudah untuk mengatakan dia pemain yang sangat hebat, tetapi dia juga bekerja sangat keras saat tidak menguasai bola," ujar Mac Allister.
Iraola turut memberikan pujian positif perkembangan Ngumoha. Meski demikian, ia menilai masih banyak ruang bagi Ngumoha untuk berkembang menjadi pemain yang lebih matang.
"Saya sangat senang dengan Rio. Dia terus berusaha berkembang. Dia bermain lebih banyak di sisi kanan dan beradaptasi dengan sangat baik untuk bergerak lebih ke dalam," kata Iraola.
Menurut Iraola, meski sempat kesulitan saat bertahan, tetapi penampilannya semakin baik pada babak kedua. "Dia sempat kesulitan saat bertahan di babak pertama, tetapi babak kedua jauh lebih baik. Dia sedang bertransformasi menjadi pemain yang semakin komplet. Dan perlu diingat, usianya baru 18 tahun," tutup Iraola. (AP/AFP)
Sumber: Kompas.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
