Lewat Rel Kereta, Turki Cairkan Kaukasus Selatan yang Bergolak Puluhan Tahun


Ilustrasi kereta api di Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perwakilan khusus Turki untuk proses normalisasi dengan Armenia, Serdar Kilic, menyebut pembukaan jalur kereta api Akhalkalaki-Kars sebagai langkah baru dalam hubungan perdagangan kedua negara tetangga tersebut.

Dalam unggahan di platform X pada Ahad, Kilic merujuk pada pengumuman Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan yang menyatakan jalur kereta api tersebut kini dibuka untuk impor dan ekspor Armenia.

Kilic mengatakan pembukaan jalur itu menjadi bagian penting dalam perdagangan langsung dalam kerangka proses normalisasi hubungan Turki-Armenia yang selama bertahun-tahun mengalami ketegangan politik dan diplomatik.

“Saya berharap langkah baru ini, yang juga akan meningkatkan kerja sama empat pihak antara Turki, Armenia, Azerbaijan, dan Georgia serta memberikan kontribusi signifikan bagi perdamaian dan stabilitas kawasan, akan membawa manfaat bagi seluruh negara tersebut,” kata Kilic.

Sementara itu, Pashinyan menyebut pembukaan jalur kereta api tersebut sebagai perkembangan besar bagi perekonomian Armenia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Turki dan Georgia atas kerja sama yang terjalin.

Menurut Pashinyan, Armenia kini memiliki akses jalur kereta api menuju Rusia melalui Georgia dan Azerbaijan, serta akses menuju China melalui Rusia dan Kazakhstan, sebagaimana diberitakan Anadolu dan TRT World pada Ahad (24/5/2026).

Ia menambahkan, jalur kereta api yang melewati Turki dan Georgia akan memperkuat hubungan Armenia dengan Uni Eropa.

Selain itu, Armenia juga berharap konektivitas jalur kereta api dengan Turki, Azerbaijan, dan Iran dapat terus berkembang dalam waktu dekat.

Pembukaan jalur Akhalkalaki-Kars dipandang sebagai salah satu perkembangan penting dalam upaya memperbaiki hubungan kawasan Kaukasus Selatan yang selama bertahun-tahun diwarnai konflik geopolitik dan sengketa perbatasan.

Read More

Baca Juga