Kisah Simon Santoso, Pebulutangkis Tunggal Putra Terakhir yang Juara Indonesia Open

![]()
Dian AF
, Jurnalis-Selasa, 02 Juni 2026 |05:50 WIB

Simon Santoso Tunggal Putra Indonesia (Foto: X/@badmintontalk)
NAMA Simon Santoso akan selalu terukir dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Lebih dari satu dekade berlalu sejak ia mengangkat trofi di Istora Senayan, dan hingga kini belum ada satu pun pebulutangkis tunggal putra Tanah Air yang mampu mewarisi pencapaian bersejarahnya tersebut.
1. Karier dan Juara Indonesia Open 2012
Simon Santoso lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 29 Juli 1985. Sejak muda, bakat besarnya sudah terlihat. Ia memulai kariernya bersama klub Tangkas Jakarta sebelum akhirnya masuk ke Pelatnas Cipayung, tempat para juara dunia ditempa.

Karier Simon menanjak pesat. Ia berhasil meraih medali emas SEA Games di nomor tunggal putra sebanyak dua kali, yakni pada 2009 dan 2011. Puncaknya, Simon Santoso sempat menapaki peringkat ketiga dunia pada 26 Agustus 2010, sebuah pencapaian luar biasa yang belum banyak pebulutangkis Indonesia bisa ulangi.
Momen paling bersejarah dalam karier Simon Santoso terjadi pada tahun 2012. Simon Santoso meraih tiga gelar juara BWF Superseries, yakni Denmark Open 2009, Indonesia Open 2012, dan Singapura Open 2014.
Dari ketiga gelar tersebut, trofi Indonesia Open 2012 menjadi yang paling istimewa. Simon Santoso sejauh ini masih memegang rekor sebagai pebulutangkis Indonesia terakhir yang mampu meraih juara Indonesia Open di nomor tunggal putra.
2. Putuskan Pensiun
Perjalanan gemilang Simon harus terhenti akibat cedera. Sejak 2016, Simon Santoso memutuskan gantung raket setelah mendapatkan cedera di Thailand Open 2016 yang terus mengganggunya saat bermain.
Usai meninggalkan dunia bulu tangkis, ia beralih profesi menjadi seorang pebisnis di bidang konstruksi, usaha yang sudah ia rintis sejak masih bermain, tepatnya sejak 2007.
Artikel terkait
Berita terbaru
JEC Dorong Pemeriksaan Mata untuk Tingkatkan Performa Pesepakbola
JEC menyoroti pentingnya kesehatan mata, dominansi silang, dan kemampuan membaca permainan untuk mendukung performa pesepakbola sejak usia dini.
Takluk dari Kendal Tornado FC, Coach Tavares Ambil Tanggung Jawab
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima Persebaya saat mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27. Di tengah hasil minor tersebut, Bernardo Tavares memilih mengambil...
Berpakaian Adat Khas Melayu, Kepala MAN 3 Bungo H. Haidir Hadiri Agenda Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta
Jakarta — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, H. Haidir, menghadiri rangkaian agenda kunjungan dan kegiatan formal tingkat nasional yang dipusatkan di Masjid...
Profil Jesus de Miguel, Jejak Karier Penyerang CD Tenerife yang Meninggal Dunia
Profil dan perjalanan karier Jesús de Miguel Alameda, penyerang CD Tenerife yang meninggal dunia pada usia 30 tahun.
