Ketapang-Gilimanuk Dikepung Kemacetan, Gapasdap Minta Penambahan Dermaga

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali dikepung kemacetan di momentum libur Lebaran 2026 dan menuai sorotan.
Dari sisi Pelabuhan Gilimanuk, kemacetan mengular hingga 31 kilometer saat arus mudik, sementara saat arus balik, kemacetan dari sisi Pelabuhan Ketapang terpantau sepanjang 15 kilometer.
Ketua DPD Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Jawa Timur, I Putu Widiana mengatakan, meski kapal telah disiapkan maksimal, antrean panjang dan lambatnya layanan masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat.
Ia yang berbicara sebagai perwakilan para operator kapal di lintas penyeberangan tersebut menegaskan, penyebab utama kemacetan bukan kurangnya kapal, melainkan terbatasnya jumlah dermaga.
Baca juga: Sistem Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Biang Kerok Kemacetan Lalulintas
“Kami sudah menyiapkan 55 kapal dengan performa top, bahkan dua kapal tambahan didatangkan dari lintasan lain,” kata Putu di Banyuwangi, Selasa (31/3/2026).
Namun hampir 50 persen kapal terpaksa tak beroperasi, karena dermaga tidak cukup untuk mengakomodasi semua kapal yang berdampak kepada masyarakat merasakan dampak langsung.
Di antaranya, waktu menunggu bertambah, penggunaan BBM meningkat, risiko kecelakaan di jalan naik, dan logistik berpotensi rusak.
“Pergerakan masyarakat dan distribusi logistik jelas terganggu. Ini bukan sekadar ketidaknyamanan, tapi bisa menghambat ekonomi nasional,” tambah dia.
Di sisi lain, operator kapal menegaskan, pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) bisa efektif hanya jika dermaga memadai dan kepadatan berada di satu sisi.
Namun kondisi saat ini, dua sisi dermaga sama-sama penuh, membuat jumlah trip terganggu dan daya angkut kapal tidak maksimal. Penumpang pun harus menunggu lama di laut, dengan risiko tinggi.
Baca juga: Puncak Arus Balik Ketapang-Gilimanuk Lewat, Antrean Kendaraan Masih Tersisa 12 Km
Sementara itu, Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim mengatakan, seiring rencana tol yang akan tersambung hingga Besuki, permintaan terhadap layanan penyeberangan diprediksi meningkat.
Gapasdap pun berharap Pemerintah segera menyiapkan roadmap penambahan dermaga dan meningkatkan kapasitas operasional agar kapal bisa dimanfaatkan sepenuhnya.
“Kami akan terus berusaha mengurai kemacetan dengan percepatan operasional, tapi tanpa dermaga yang cukup, upaya ini tetap terbatas,” ucap dia.
Penambahan dermaga disebutnya menjadi solusi jangka panjang agar mudik dan distribusi logistik berjalan lancar, aman, dan efisien.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Artikel terkait
Berita terbaru
Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Toha Ajak Santri Bangun Muba Lebih Cepat
KATANDA.ID, Muba – Di tengah ribuan santri yang menunduk khusyuk di Pendopoan Griya Bumi Serasan […]
Pesan Mengharukan Jadi Akhir Kisah Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal, Begini Pernyataan Lengkapnya
Cristiano Ronaldo resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Portugal. Megabintang berusia 41 tahun itu memutuskan pensiun dari sepak bola internasional setela
Federasi Sepak Bola Mesir memutuskan untuk memecat Hossam Hassan
Hari-hari Hossam Hassan di kursi kepelatihan timnas Mesir kini tinggal menghitung hari, setelah sebuah laporan media mengungkap bahwa para pejabat federasi sepak bola telah...
ALSA Unhas Gelar Kompetisi Bahasa Inggris Tingkat Nasional, Diikuti 355 Peserta
MataKita.co, Makassar – Asian Law Students’ Association Local Chapter Universitas Hasanuddin (ALSA LC Unhas) kembali menggelar ALSA English Competition (AECO) 2026 setelah terakhir kali...
