Tuesday, 3 November 2026

Terkini
Lampung

Kata Pelatih RD Kongo Usai Nyaris Singkirkan Inggris dari Piala Dunia 2026

Kata Pelatih RD Kongo Usai Nyaris Singkirkan Inggris dari Piala Dunia 2026

KOMPAS.com – Pelatih Republik Demokratik (RD) Kongo, Sebastien Desabre, mengaku lebih bangga daripada kecewa meski timnya harus mengakhiri langkah pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis (1/7/2026).

Timnas RD Kongo nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen setelah unggul lebih dulu atas Timnas Inggris dan mempertahankan keunggulan selama lebih dari satu jam pertandingan.

Namun, dua gol Harry Kane dalam 15 menit terakhir membalikkan keadaan dan membawa Inggris menang 2-1 sekaligus lolos ke babak 16 besar.

Baca juga: Kata Tuchel Usai Inggris Nyaris Tersingkir dari Piala Dunia 2026 di Tangan RD Kongo

Meski gagal melaju lebih jauh, Desabre menilai para pemainnya telah meninggalkan kesan positif bagi dunia lewat penampilan mereka sepanjang turnamen.

“Ketika Anda mewakili tim nasional, Anda harus meninggalkan citra yang baik. Saya yakin kami berhasil melakukannya,” ujar Desabre seusai pertandingan, dikutip dari Reuters.

Pelatih asal Perancis itu mengaku tetap kecewa karena harus tersingkir. Meski begitu, ia menilai perjalanan RD Kongo di Piala Dunia 2026 patut dibanggakan.

“Kami lebih bangga daripada kecewa. Tentu kami kecewa harus meninggalkan Piala Dunia, tetapi kami mencetak lima gol di turnamen ini, menghadapi tim-tim yang peringkatnya jauh lebih tinggi, dan mampu meraih hasil yang bagus,” katanya.

Strategi berani hampir berbuah kejutan

Desabre juga menjelaskan strategi yang diterapkannya saat menghadapi Inggris.

Berbeda dari perkiraan banyak pihak, termasuk pelatih Inggris Thomas Tuchel, RD Kongo tidak bermain terlalu defensif.

Desabre justru menurunkan empat bek, bukan lima, untuk memberi tekanan kepada Inggris.

Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih agar timnya mampu memanfaatkan lebar lapangan sekaligus memutus aliran bola Inggris dari lini tengah.

“Kami ingin memanfaatkan lebar lapangan dan membutuhkan ruang. Kami juga ingin menutup area tengah dengan lebih baik serta menghentikan pergerakan Elliott Anderson yang sangat penting dalam proses pembangunan serangan Inggris,” jelasnya.

Baca juga: Man of The Match Inggris Vs RD Kongo: Harry Kane Samai Rekor Dua Legenda

Strategi itu sempat berjalan sesuai rencana. RD Kongo mampu membuat Inggris kesulitan sepanjang pertandingan.

Namun, menurut Desabre, kualitas pemain-pemain kelas dunia akhirnya menjadi pembeda.

“Kami berhasil membuat Inggris berada dalam tekanan, tetapi mereka bereaksi. Itulah kemampuan tim-tim besar,” ucapnya.

Read More

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *