Istri Tokoh Nasional Abdullah Hehamahua Meninggal Dunia
Kabar duka menyelimuti keluarga tokoh nasional Abdullah Hehamahua atas meninggalnya sang istri tercinta, Emma Heryaty, di Depok.

Depok, MINA – Kabar duka menyelimuti keluarga tokoh nasional Abdullah Hehamahua atas berpulangnya sang istri tercinta, Emma Heryaty binti Arifin, pada Jumat (16/10) usia 68 tahun di Rumah Sakit Bhakti Yudha, Depok, Jawa Barat.
Kepergian almarhumah meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam, sekaligus menjadi momentum penting bagi mantan Penasihat KPK tersebut untuk mengingatkan umat tentang makna ikhtiar dan tawakal.
Berdasarkan penuturan Abdullah Hehamahua di kediamannya, almarhumah bahkan harus menjalankan aktivitas harian serta ibadah salat dalam posisi duduk hingga berbaring akibat kondisi fisiknya yang terus melemah.
Keluarga telah mengupayakan pertolongan medis secara maksimal, diawali dari pemeriksaan darah di klinik hingga dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.
Meski sempat mendapatkan penanganan darurat dan diupayakan untuk masuk ke ruang perawatan intensif (ICU), kondisi almarhumah kian kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sebelum kepindahan ruang perawatan sempat terealisasi.
Kepergian almarhumah terasa kian haru karena mendahului sejumlah agenda besar keluarga yang belum sempat terwujud dalam waktu dekat. Di antaranya adalah rencana menunaikan ibadah umrah bersama keluarga serta momen berharga menyaksikan pengukuhan sang anak, yang berprofesi sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai profesor pada Desember mendatang.
Di tengah suasana duka tersebut, Abdullah menegaskan pentingnya menyelaraskan antara ikhtiar medis dan kepasrahan diri kepada ketetapan Allah SWT.
Ia berpesan bahwa manusia wajib berjuang mengupayakan kesembuhan semaksimal mungkin, namun harus tetap menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa hasil akhir sepenuhnya berada di bawah kehendak Sang Pencipta.
Pengalaman mendampingi sang istri hingga akhir hayat menjadi pengingat mendalam akan keterbatasan manusia di hadapan takdir. Ia mengingatkan bahwa kesehatan bukanlah jaminan mutlak usia seseorang, dan tawakal harus menjadi landasan utama setiap hamba dalam menghadapi setiap ujian kehidupan serta batas waktu yang telah ditentukan-Nya. []
Sumber: Minanews.net. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
