Iran Kembali Tutup Selat Hormuz usai Kirim Tembakan ke Kapal

Jakarta, CNN Indonesia —
Garda Revolusi Iran mengatakan pada Minggu (12/7) bahwa Selat Hormuz akan ditutup “sampai pemberitahuan lebih lanjut”, setelah mereka melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang dinilai menggunakan rute tidak sah.
Garda Revolusi Iran mengatakan kapal itu “terkena tembakan peringatan dan berhenti” setelah mengabaikan instruksi berulang kali untuk menggunakan koridor pelayaran yang disetujui, menurut pernyataan yang dimuat kantor berita Iran, IRNA, pada Minggu (12/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setelah insiden ini… Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga berakhirnya intervensi Amerika di wilayah ini dan tidak ada kapal yang diizinkan untuk melewatinya,” kata Garda Revolusi.
Garda Revolusi juga mengatakan mereka akan menargetkan “pangkalan musuh baru di wilayah tersebut” jika aksi militer baru dilakukan terhadap mereka.
Seperti diberitakan AFP, langkah ini mengancam akan makin mempersulit upaya menyelamatkan negosiasi AS-Iran, setelah kedua pihak saling melancarkan serangan dan saling mengancam selama beberapa hari terakhir.
Media Axios dan Politico melaporkan Washington telah memberi Teheran waktu hingga Sabtu untuk berhenti menembaki kapal-kapal komersial yang melintasi Hormuz, dan secara resmi mengakui bahwa jalur air tersebut jadi kawasan terbuka.
AFP menyebut hambatan utama untuk kesepakatan akhir adalah masa depan Selat Hormuz, setelah Teheran bersikeras akan mengendalikan pelayaran melalui jalur tersebut, sementara Washington menuntut navigasi tanpa batasan.
Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair global melewati jalur air ini, sehingga setiap gangguan menjadi perhatian utama bagi pasar energi.
Iran menutup selat tersebut untuk pelayaran komersial selama perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal itu menyebabkan kenaikan tajam harga minyak dan mengganggu lalu lintas maritim di seluruh wilayah.
Iran bersikeras mereka berhak mengatur lalu lintas melalui selat tersebut dan telah mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya bagi kapal yang menggunakan jalur sempit itu.
Amerika Serikat menolak rencana tersebut dan mempertahankan bahwa pelayaran komersial harus dapat bergerak bebas melalui jalur air itu.
(afp/end)
Add

as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]
Artikel terkait
Berita terbaru
Persib Bisa Salip Singapura dan Vietnam di Ranking AFC? Ini Hitung-hitungan Jika Menang di Kandang Melbourne Victory
Persib berpeluang mendongkrak ranking AFC Indonesia jika menang atas Melbourne Victory. Simak hitung-hitungan poin dan peluang salip Vietnam serta Singapura.
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah Disabilitas pada 2027
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah
LPPM UWG Malang Bidik Hibah Riset Nasional dan Publikasi Scopus, 70 Dosen Digembleng Empat Profesor
Program ini dirancang untuk mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif dalam memperoleh pendanaan penelitian nasional sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi.
Lapangan Maha Mulai Produksi, Pasokan Gas Nasional Bertambah
Lapangan West Ganal mulai produksi gas
