Inklusi Perempuan Jadi Kunci Masa Depan Rendah Karbon Telkom Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Seiring berjalannya akselerasi teknologi global, Hari Kartini bukan hanya sekadar peringatan sejarah, melainkan simbol transformasi ekonomi yang inklusif. Lewat inisiatif GoZero, Telkom Indonesia menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar target sosial, melainkan instrumen strategis untuk mencapai dekarbonisasi dan ekonomi sirkuler nasional.

Sepanjang tahun 2025 hingga kuartal I-2026, Telkom telah memberdayakan lebih dari 740 perempuan di seluruh Indonesia. Melalui akses teknologi digital dan pendampingan ekonomi, Telkom mengaktivasi multiplier effect, saat seorang perempuan berdaya secara digital, efisiensi pengelolaan sumber daya di tingkat keluarga dan komunitas meningkat, yang secara langsung mendukung ketahanan iklim di level akar rumput.

Transformasi Limbah Menjadi Nilai Ekonomi

Implementasi nyata dari semangat ini tertuang dalam inisiatif seperti Tano Puan (Tanah Perempuan) dan Wear Cycle Project. Program ini ditujukan untuk memastikan UMKM perempuan tidak hanya mahir secara digital, tetapi juga menjadi pionir model bisnis berkelanjutan.

  • Tano Puan: Mengintegrasikan tangan kreatif perempuan dalam pelestarian ekosistem lokal.
  • Wear Cycle Project: Sebuah terobosan ekonomi sirkuler di mana limbah tekstil, seperti seragam karyawan Telkom yang sudah tidak layak pakai, diproses kembali oleh tangan-tangan terampil perempuan menjadi produk bernilai ekonomi baru. Inisiatif ini membuktikan bahwa pengurangan limbah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.

Sains di Balik Inklusi

Namun, aksi eksternal ini tidak berdiri sendiri. Keberhasilan Telkom dalam membina para “Kartini Digital” di masyarakat adalah refleksi dari standar yang diterapkan di dalam perusahaan. Telkom meyakini bahwa untuk menciptakan dampak hijau di luar, harus memulai dengan ekosistem yang setara di dalam, hal ini tercermin dalam pilar Empower Our People.

Lebih jauh, Telkom memahami bahwa inklusi perempuan adalah strategi iklim yang cerdas. Data dari BloombergNEF (BNEF) menunjukkan bahwa perusahaan dengan representasi perempuan yang kuat pada level manajerial dan direksi memiliki tata kelola iklim yang lebih baik dan inovasi hijau yang lebih agresif.

Oleh sebab itu, melalui pilar Empower Our People, Telkom Indonesia memastikan lingkungan kerja yang inklusif, memberikan ruang bagi talenta perempuan-Srikandi Telkom-untuk memimpin inovasi di sektor teknologi hijau. Budaya setara inilah yang menjadi energi penggerak di balik target Net Zero Emission perusahaan.

Komitmen Menuju Masa Depan

Bagi Telkom Indonesia, semangat Kartini adalah percikan awal kemajuan bangsa. Dengan mengintegrasikan pemberdayaan perempuan ke dalam langkah strategis GoZero, Telkom berkomitmen mewujudkan masa depan yang sejahtera secara inklusif. Inklusi gender menjadi landasan strategis menuju masa depan rendah karbon bagi seluruh Indonesia.

(dpu/dpu)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google



[Gambas:Video CNBC]

Read More

Baca Juga