Herdman Siapkan Penalti Indonesia Hadapi Thailand
John Herdman menyiapkan eksekutor penalti Indonesia dengan seleksi berbasis pengalaman, statistik, mental, dan simulasi tekanan sebelum final melawan Thailand.

Timnas Indonesia menyiapkan skenario adu penalti untuk menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Oktober 2026. John Herdman menyiapkan eksekutor melalui proses khusus berdasarkan pengalaman dan kesiapan pemain, dilansir dari Bola. Menurut Herdman, pemilihan penendang tidak dilakukan spontan.
Staf pelatih menilai pengalaman penalti bersama klub dan Indonesia sebelum menentukan pemain yang dipercaya dalam situasi penentuan. "Kami melalui proses kami. Kriterianya adalah siapa yang mengambil penalti untuk klub mereka dan siapa yang memiliki pengalaman mengambil penalti untuk Indonesia," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Kevin Diks menjadi salah satu pemain yang dipertimbangkan karena memiliki pengalaman sebagai eksekutor penalti di klubnya. Tim pelatih juga mengumpulkan informasi mengenai kesiapan mental pemain.
Staf pelatih kiper sekaligus spesialis bola mati, Andy, bertugas mengumpulkan informasi tersebut. Data itu kemudian dipresentasikan kepada seluruh staf teknis sehari sebelum pertandingan. "Kami melihat siapa yang memiliki pengalaman, siapa yang punya persentase penalti yang bagus, dan siapa yang merasa percaya diri. Mereka adalah pemain yang harus kami pilih," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Latihan penalti juga dirancang menyerupai tekanan pertandingan. Para kandidat menjalani sesi setelah latihan utama dengan musik dan teriakan staf di belakang gawang. "Kami memiliki sekitar 40 staf di belakang gawang. Kami menciptakan suara seperti suasana ramai di GBK," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Herdman meminta pemain tetap berpegang pada keputusan yang sudah dibuat saat mengeksekusi penalti. Penjaga gawang lawan tidak boleh membuat eksekutor mengubah rencana pada detik terakhir. "Kuncinya adalah tidak mengubah pikiran.
Anda tidak melihat penjaga gawang lalu berpikir, 'Saya akan menendang ke kiri atau kanan.' Anda tetap dengan rencana dan proses Anda. Pemain harus berkomitmen," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Simulasi tersebut menggunakan sistem eliminasi. Pemain mendapat sejumlah kesempatan, sedangkan mereka yang gagal harus menjalani kesempatan tambahan untuk membuktikan kembali kesiapan.
"Kami sangat hati-hati dengan momen tersebut. Orang mungkin tidak mengerti detailnya ketika kami mengatakan semuanya adalah sebuah proses," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Pergantian pemain juga dipertimbangkan dengan kemungkinan adu penalti. Herdman menyebut ada pemain yang tetap dibutuhkan di lapangan meski termasuk kandidat eksekutor terbaik. "Kami membutuhkan mereka di lapangan selama 15 menit pertandingan itu.
Kami harus percaya bahwa orang tersebut akan memenangkan duel mereka. Dan salah satu dari mereka melakukannya," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia. Herdman menegaskan seluruh persiapan untuk situasi tersebut telah dilakukan sebelum pertandingan.
Penyiapan mencakup seleksi eksekutor, pengumpulan data, serta simulasi tekanan.
"Semua sudah dipersiapkan. Semuanya sudah dipersiapkan," tegas John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Sumber: www.suaralandak.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
