Friday, 30 October 2026

Terkini
Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Turun, Harapan Diplomasi Timur Tengah Tenangkan Pasar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak mentah dunia merosot pada akhir perdagangan Selasa (20/10/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (21/10/2026) WIB. Penurunan harga terjadi seiring harapan para pelaku pasar terhadap...

Sumber foto: StockWatch.id

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak mentah dunia merosot pada akhir perdagangan Selasa (20/10/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (21/10/2026) WIB. Penurunan harga terjadi seiring harapan para pelaku pasar terhadap kemajuan jalur diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip CNBC, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 0,7% ke posisi USD 108,79 per barel. Posisi ini merosot dari level tertinggi harian di angka USD 111,99 per barel.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November jatuh 1,8% ke level USD 101,79 per barel. Angka ini terkoreksi tajam dari level tertinggi perdagangan di level USD 110,48 per barel. Kontrak WTI bulan November telah berakhir pada perdagangan Selasa. Sementara itu, kontrak WTI untuk pengiriman Desember turun 26 sen ke posisi USD 98,28 per barel.

Perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah masih terus dipantau pasar. Serangan terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Lembaga pelacak kapal Kpler mencatat sedikitnya 18 kapal terkena serangan selama dua pekan terakhir.

Kantor berita Tasnim melaporkan keterangan Korps Garda Revolusi Iran pada Selasa. Dua kapal tanker minyak terbakar di Selat Hormuz akibat terkena ranjau laut militer Iran karena dianggap melanggar aturan.

Pada hari yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei hadir dalam konferensi pers mingguan. Tasnim melaporkan pernyataan Baqaei terkait potensi aksi militer AS. Teheran akan membalas setiap serangan Amerika “dalam ukuran yang sama, bahkan mungkin lebih keras.”

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada awal bulan ini menyatakan militer Amerika tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela pada 3 November.

Kondisi pasar minyak mentah global turut mendapat sorotan dari kalangan analis pasar. Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga memaparkan pandangannya kepada CNBC melalui surat elektronik pada Selasa. Menurut Varga, kekuatan kontrak WTI jangka pendek menjelang masa kedaluwarsa menjadi sinyal pasokan pasar minyak dunia sedang ketat.

“Ini merupakan cerminan dari penurunan volume ekspor dari Timur Tengah seiring meningkatnya serangan terhadap kapal tanker dan serangan kelompok Houthi ke infrastruktur minyak Arab Saudi,” kata Varga.

Varga juga menyoroti kebijakan pemerintah AS terkait armada kapal pengangkut minyak. “Kedua, keputusan AS membebaskan armada bayangan Rusia dari sanksi berpotensi menekan tarif pengiriman lebih rendah, hal yang sebelumnya menjadi faktor penghambat naiknya permintaan minyak mentah asal AS.”

“Dengan hilangnya hambatan ini, setidaknya untuk sementara waktu, jenis minyak mentah AS kembali bersaing sebagai pengganti minyak mentah Timur Tengah,” tambah Varga. “Ketiga, persediaan minyak komersial AS diperkirakan mengalami penurunan pada pekan lalu.”

Sumber: StockWatch.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *