Gubernur Lampung Sebut, Pupuk Hayati Cair Jadi Hulu Program Desaku Maju
Surplus panen petani Lampung tidak lahir dari satu faktor saja. Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan pupuk hayati cair (PHC) di sisi hulu program Desaku Maju yang digagas Gubernur Lampung Rahmat Mirzani...

RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Surplus panen petani Lampung tidak lahir dari satu faktor saja. Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan pupuk hayati cair (PHC) di sisi hulu program Desaku Maju yang digagas Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Quality Control Mikroba Culture, Joni Oktora, dalam dialog Indonesia Cerdas (Astacita) di RRI Pro 1 Bandar Lampung 90,9 FM, Rabu, 4 Oktober 2026.
Menurut Joni, Desaku Maju bertumpu pada penguatan sektor hulu pertanian lebih dulu. Pupuk, bibit, irigasi, dan lahan harus baik agar tercipta surplus. Setelah itu, hasil panen dapat diarahkan ke hilirisasi, misalnya pakan ternak, pakan ikan, dan produk lainnya.
“PHC berada di hulu. Hilirnya adalah efek dari hulu,” ujarnya.
Ia mencontohkan, peningkatan hasil panen sekitar 10 hingga 20 persen sudah membuat petani memiliki surplus untuk memenuhi kebutuhan hilirisasi. Pada tanaman padi, rata-rata kenaikan hasil berada di kisaran tersebut. Sebagian petani bahkan melaporkan peningkatan lebih tinggi. Hasil tiap lahan berbeda, tergantung kondisi lahan, bibit, dan irigasi.
PHC memanfaatkan mikroorganisme untuk menyuburkan tanah dan membantu tanaman menyerap unsur hara. Joni menggambarkan pupuk NPK sebagai bahan baku pabrik, sedangkan mikroba adalah karyawannya. Tanpa mikroba, pupuk kimia tidak bekerja optimal.
Berbeda dengan pupuk organik cair (POC) yang bakterinya diambil dari alam dan tidak selalu terstandar, PHC menggunakan starter mikroba terstandar dengan tambahan mineral organik sebagai penguat.
Proses produksinya diawali pematangan biang mikroba selama 14 hari memakai aerator dan drum tertutup. Biang ini kemudian dibagikan ke gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk difermentasi. Agar mudah dipahami, kualitas PHC cukup dilihat dari warna cokelat kehitaman, pH di atas 7, dan aroma amonia yang menandakan kandungan nitrogen tinggi. Pemerintah provinsi juga membantu alat ukur pH meter dan TDS meter.
Petani tidak diminta langsung meninggalkan pupuk kimia. Pengurangan dilakukan bertahap, mulai 10 persen, lalu 30 persen, hingga 50 persen. Beberapa gapoktan yang telah menggunakan PHC lebih dari tiga musim tanam bahkan berani memakainya 100 persen tanpa pupuk kimia.
Langkah ini penting karena pupuk merupakan komponen biaya produksi terbesar petani. Target ke depan, penggunaan PHC dapat menekan biaya produksi 30 hingga 50 persen.
Pendampingan dilakukan lewat bimbingan teknis, brosur, leaflet, pamflet, serta pemantauan melalui grup gapoktan di 15 kabupaten/kota. Sasaran program pada 2025 mencakup 500 gapoktan, meningkat menjadi 800 pada 2026, dan ditargetkan bertambah hingga 1.200.
Joni menyebut Gubernur Lampung berharap semakin banyak petani merasakan manfaat PHC. Strateginya, petani diajak saling bercerita kepada sesama petani.
“Kalau akar rumputnya sendiri yang bercerita, pengaruhnya lebih besar,” katanya.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
BRI Manado Boulevard Wakili Region 16 di Ajang BSEC Tingkat Nasional di Denpasar
SULUTNEWSTV.com, DENPASAR – BRI Branch Office (BO) Manado Boulevard mewakili BRI Region 16 Manado dalam...
2.000 Peserta Dapat Fasilitas Gratis dan Jaminan BPJS
Berita terkini Indonesia, UMKM, PMI, dan liputan khusus. Real-time dan terpercaya.
Frank Lampard Protes Wasit, Coventry Merasa Dirugikan Saat Lawan Everton
Manajer Coventry City, Frank Lampard, mempertanyakan sejumlah keputusan perangkat pertandingan setelah timnya tumbang 1-3 dari Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Jumat, 6 November...
PERSEJASI Mimika Ajak Warga Sehat Lewat Sepak Bola Berjalan
PERSEJASI Mimika periode 2026–2029 mendorong masyarakat hidup sehat melalui olahraga sepak bola berjalan yang aman, menyenangkan, dan inklusif.
