Ghalenoei Soroti Perjuangan Berat Iran di Piala Dunia 2026: Generasi Mendatang akan Ingat Tim Ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih tim nasional Iran Amir Ghalenoei menilai awal tak terkalahkan yang dicatatkan timnya di Piala Dunia 2026 merupakan pencapaian luar biasa yang layak dikenang dalam sejarah sepak bola negaranya. Menurut dia, hasil tersebut diraih di tengah berbagai hambatan yang membayangi persiapan hingga pelaksanaan turnamen.
Iran kembali memetik satu poin setelah menahan Belgia 0-0 pada laga kedua Grup G di Stadion Los Angeles, Senin (21/6/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat Team Melli mengoleksi dua poin dari dua pertandingan, setelah sebelumnya bermain imbang melawan Selandia Baru pada laga pembuka.
Bagi Ghalenoei, hasil tersebut memiliki nilai lebih besar daripada sekadar tambahan poin. Ia mengingatkan bahwa dalam enam bulan terakhir, sepak bola Iran tidak berada dalam kondisi ideal akibat konflik yang memengaruhi aktivitas kompetisi domestik dan agenda persiapan tim nasional.
“Kami berada dalam kondisi perang selama enam bulan. Liga kami tidak berjalan dan banyak tim membatalkan laga uji coba melawan kami,” kata Ghalenoei, dikutip dari BBC.
Situasi sulit itu membuat Iran datang ke Piala Dunia dengan persiapan yang jauh dari sempurna. Kendala juga berlanjut selama turnamen berlangsung. Iran memilih bermarkas di Meksiko, sementara setiap kali harus memainkan pertandingan di Amerika Serikat, skuad asuhan Ghalenoei hanya diizinkan terbang sehari sebelum laga dan langsung kembali setelah pertandingan karena aturan visa yang berlaku.
Akibat kondisi tersebut, waktu persiapan tim menjadi sangat terbatas. Ghalenoei mengungkapkan para pemainnya bahkan memiliki waktu latihan kurang dari 16 jam menjelang pertandingan. Karena itu, ia menilai para pemain pantas mendapat apresiasi atas perjuangan yang telah ditunjukkan di lapangan.
Meski gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Belgia kehilangan Nathan Ngoy pada menit ke-66, Iran beberapa kali mengancam gawang lawan dan hampir membawa pulang kemenangan. Ghalenoei mengakui timnya memiliki peluang untuk meraih tiga poin, tetapi tetap menyebut hasil imbang itu sebagai pencapaian besar dalam situasi yang mereka hadapi.
“Kami memiliki kesempatan untuk menang, tetapi ini tetap pencapaian luar biasa,” ujarnya.
Iran kini menempati posisi yang cukup menjanjikan menjelang laga terakhir Grup G melawan Mesir di Seattle, Jumat mendatang. Kemenangan akan memastikan langkah mereka ke babak gugur. Namun, terlepas dari hasil yang akan diraih nanti, Ghalenoei meyakini perjuangan anak asuhnya pada Piala Dunia kali ini akan dikenang dalam waktu lama.
Menurut dia, generasi mendatang akan membicarakan bagaimana Iran mampu bersaing dan tetap tidak terkalahkan meski datang ke turnamen dalam kondisi yang sangat sulit.
Artikel terkait
Berita terbaru
JEC Dorong Pemeriksaan Mata untuk Tingkatkan Performa Pesepakbola
JEC menyoroti pentingnya kesehatan mata, dominansi silang, dan kemampuan membaca permainan untuk mendukung performa pesepakbola sejak usia dini.
Takluk dari Kendal Tornado FC, Coach Tavares Ambil Tanggung Jawab
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima Persebaya saat mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27. Di tengah hasil minor tersebut, Bernardo Tavares memilih mengambil...
Berpakaian Adat Khas Melayu, Kepala MAN 3 Bungo H. Haidir Hadiri Agenda Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta
Jakarta — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, H. Haidir, menghadiri rangkaian agenda kunjungan dan kegiatan formal tingkat nasional yang dipusatkan di Masjid...
Profil Jesus de Miguel, Jejak Karier Penyerang CD Tenerife yang Meninggal Dunia
Profil dan perjalanan karier Jesús de Miguel Alameda, penyerang CD Tenerife yang meninggal dunia pada usia 30 tahun.
