Drama Mikro China Diprediksi Raup Pendapatan Rp 156 Triliun per 2025, Lampaui Box Office

KOMPAS.com – Belakangan ini, linimasa media sosial berbasis video dipenuhi cuplikan drama mikro asal China.

Potongan video berdurasi singkat itu kerap menampilkan adegan dramatis yang membuat penonton penasaran.

Tak jarang, warganet tergoda untuk menonton kelanjutan kisahnya di platform lain.

Fenomena ini perlahan berubah menjadi tren baru yang memicu gelombang ketertarikan terhadap format drama ultra-pendek.

Namun, siapa sangka, penayangan drama mikro China diprediksi bakal meraup pendapatan hingga 9,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 156 triliun) pada akhir 2025.

Baca juga: Temuan Studi, Film Horor Ternyata Bisa Jadi Terapi Kecemasan

Drama mikro China tumbuh per tahun, jadi mesin cuan

Dilansir dari Variety (16/9/2025), menurut laporan terbaru dari Media Partners Asia (MPA) berjudul The Micro-Drama Economy, drama mikro saat ini tidak hanya sekadar sebagai konten eksperimental, melainkan berkembang pesat menjadi arus utama yang digemari jutaan penonton di berbagai negara.

Laporan itu menyebutkan, pendapatan drama mikro di China melonjak drastis dari 500 juta dollar AS (sekitar Rp 8,3 triliun) pada 2021 menjadi 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 116,2 triliun) pada 2024.

Momentum penting diperkirakan terjadi pada 2025, ketika pendapatan drama mikro di China disebut bakal melampaui pendapatan box office bioskop lokal, dengan nilai mencapai 9,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 156 triliun).

Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 16,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 269 triliun) pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 11,5 persen.

“Drama mikro telah berevolusi dari eksperimen niche menjadi kategori global bernilai miliaran dolar,” ujar Direktur Eksekutif MPA, Vivek Couto.

“Produksinya murah, tetapi distribusinya mahal. Kesuksesannya ditentukan oleh kecepatan, skala, dan kemampuan mengulang kekayaan intelektual (IP),” lanjut dia.

Baca juga: Lirik Lagu Taylor Swift The Fate of Ophelia yang Terinsiprasi Drama Shakespeare

Bagaimana drama mikro bisa menjamur di China?

Pasar China menjadi episentrum utama fenomena maraknya drama mikro, dengan lebih dari 830 juta penonton.

Sekitar 60 persen di antaranya bersedia membayar atau bertransaksi langganan sekadar untuk menikmati konten.

Tiga pemain besar mendominasi pasar tersebut, yakni Red Fruit milik ByteDance, WeChat Video Accounts milik Tencent, dan Xi Fan milik Kuaishou.

Ketiga platform itu berhasil menggabungkan layanan media sosial, sistem pembayaran, serta konten berbasis IP dari sumber-sumber besar seperti COL, China Literature, dan Tomato Novel.

Baca juga: Siapa Ran Takahashi? Atlet Voli Jepang yang Diduga Selingkuh dengan Bintang Film Dewasa

Read More

Baca Juga