Dinkes Bandar Lampung Targetkan Skrining TBC 25 Ribu Warga
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menargetkan skrining tuberkulosis (TBC) terhadap sekitar 25.000 penduduk selama periode 2026-2027. Upaya ini dilakukan untuk melihat penemuan kasus dan mendukung target eliminasi TBC pada...

RILISID, Bandar Lampung — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menargetkan skrining tuberkulosis (TBC) terhadap sekitar 25.000 penduduk selama periode 2026-2027. Upaya ini dilakukan untuk melihat penemuan kasus dan mendukung target eliminasi TBC pada 2030.
Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan warga yang terindikasi TBC akan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis sebelum mendapatkan pengobatan.
“Jika ditemukan indikasi atau dugaan TBC, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, penemuan kasus sejak dini menjadi bagian penting dalam pengendalian TBC. Pasien yang dinyatakan positif akan mendapatkan pengobatan sesuai ketentuan medis. Untuk TBC sensitif obat, pengobatan umumnya berlangsung selama enam bulan.
Dinkes juga melibatkan petugas puskesmas dan kader kesehatan untuk memantau kepatuhan pasien selama menjalani pengobatan. Edukasi kepada pasien dan keluarga turut dilakukan guna menekan risiko penularan kepada orang-orang yang melakukan kontak erat.
“Petugas turut memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga agar risiko penularan kepada orang-orang yang melakukan kontak erat dapat ditekan,” katanya.
Muhtadi mengatakan, anggaran kesehatan tahun depan diarahkan untuk mendukung program yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, termasuk penanganan TBC, stunting, HIV, penyakit menular, serta peningkatan pelayanan puskesmas.
Penyediaan obat-obatan dan sarana prasarana fasilitas kesehatan juga menjadi bagian dari rencana tersebut. Dinkes turut merencanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan dan kegiatan pengembangan kapasitas.
“Seluruh hal yang berkaitan dengan kesehatan dan menjadi kewenangan kabupaten/kota kita tuangkan dalam anggaran APBD tahun 2027,” ujarnya. (*)
Sumber: Rilis.id Lampung. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
