Definisi MBR Diubah, Sekda Jateng: Pengakses Rumah Subsidi akan Semakin Banyak

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng), Sumarno, menyambut revisi definisi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) guna mendukung program 3 juta rumah. Rencananya, MBR akan diubah dari yang berpenghasilan maksimal Rp7 juta per bulan menjadi Rp8,5 juta per bulan untuk warga lajang atau belum menikah.
“Dengan konsep ini kan berarti maksudnya Pak Menteri itu bahwa sasaran untuk 3 juta rumah akan lebih luas. Jadi masyarakat yang bisa mengakses rumah subsidi itu lebih banyak lagi,” kata Sumarno, Jumat (26/6/2026).
Dia menambahkan saat ini program 3 juta rumah untuk MBR di Jateng sudah berjalan. “Mungkin teman-teman bisa lihat, kalau lewat tol di kiri dan kanan itu banyak rumah-rumah subsidi kan. Itu dari program itu,” ujarnya.
Namun Sumarno mengaku belum mengetahui berapa realisasi pengaksesan rumah subsidi di Jateng. Sebelumnya Mendagri Tito Karnavian mengatakan akan merevisi definisi MBR untuk mendukung program 3 juta rumah. Revisi tersebut akan dilakukan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Salah satu perubahan yang disiapkan adalah penyesuaian batas pendapatan MBR. Jika sebelumnya batas maksimal pendapatan bagi masyarakat yang belum menikah ditetapkan Rp7 juta per bulan, angka tersebut akan dinaikkan menjadi Rp8,5 juta per bulan. Langkah itu dilakukan agar program perumahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Artikel terkait
Berita terbaru
Persib Bisa Salip Singapura dan Vietnam di Ranking AFC? Ini Hitung-hitungan Jika Menang di Kandang Melbourne Victory
Persib berpeluang mendongkrak ranking AFC Indonesia jika menang atas Melbourne Victory. Simak hitung-hitungan poin dan peluang salip Vietnam serta Singapura.
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah Disabilitas pada 2027
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah
LPPM UWG Malang Bidik Hibah Riset Nasional dan Publikasi Scopus, 70 Dosen Digembleng Empat Profesor
Program ini dirancang untuk mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif dalam memperoleh pendanaan penelitian nasional sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi.
Lapangan Maha Mulai Produksi, Pasokan Gas Nasional Bertambah
Lapangan West Ganal mulai produksi gas
