Danantara dan Thales Jajaki Pengembangan Teknologi Strategis di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Danantara Indonesia dan Thales menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjajaki kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber. Kerja sama tersebut mencakup peluang investasi pada manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, sistem keamanan bandara, pengembangan AI, pusat operasi keamanan siber, serta teknologi pasca-kuantum.
Bagi Danantara Indonesia, sektor-sektor tersebut dinilai memiliki peran dalam pengembangan teknologi strategis, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sementara itu, Thales membawa pengalaman di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, dan solusi digital setelah hampir 50 tahun beroperasi di Indonesia.
MoU tersebut menjadi kerangka awal untuk menjajaki berbagai peluang investasi di Indonesia. Kerja sama juga membuka peluang kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara Indonesia yang bergerak di industri terkait.
Ricardo Irwan Rei, Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office, Danantara Indonesia, mengatakan investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritikal dapat mendukung pengembangan industri dalam negeri.
“Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pengembangan industri strategis berbasis teknologi yang akan membentuk masa depan perekonomian nasional. Sebagai investor jangka panjang, Danantara Indonesia meyakini bahwa investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritikal akan membantu mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperkuat kemampuan industri dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas,” kata Ricardo dalam siaran pers, Jumat (25/9/2026).
Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group Guy Bonassi mengatakan, Thales akan bekerja sama dengan Danantara Indonesia dalam pengembangan teknologi strategis, termasuk AI dan pertahanan.
“Thales sangat antusias dapat bekerja sama dengan Danantara untuk pertama kalinya di sektor-sektor mutakhir dan strategis seperti AI dan pertahanan. Kami merasa terhormat dipilih oleh Danantara Indonesia untuk berkontribusi pada proyek-proyek ambisius yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapabilitas industri lokal.”
Menurut Thales, perusahaan tersebut telah hadir di Indonesia selama hampir 50 tahun dan memiliki teknologi di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, serta solusi digital.
MoU tersebut merupakan kerangka kerja awal. Setiap investasi yang lebih spesifik akan melalui evaluasi lebih lanjut, ketentuan tata kelola yang berlaku, serta perjanjian definitif yang disepakati kedua pihak.
Artikel terkait
Berita terbaru
Dirikan Klub Sepak Bola Amputasi PERSAS, Khusnul Yakin Wisuda di Umsura dan Raih Beasiswa S2 Hukum
Perjalanan Khusnul Yakin menuju panggung wisuda Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) bukanlah perjalanan yang mudah. Terlahir sebagai penyandang disabilitas tunadaksa
Deteksi Dini TBC di Permukiman Lampung Masih Lemah
Upaya menemukan penderita tuberkulosis (TBC) sejak dini masih menjadi tantangan dalam penanganan penyakit tersebut.
Bukan Kehabisan Talenta, Ini Alasan PSSI Alihkan Perburuan Pemain Keturunan dari Belanda
PSSI dikabarkan tak lagi prioritaskan pemain keturunan Belanda untuk Timnas Indonesia. Regulasi non-EU dan KNVB menjadi pertimbangan dalam perubahan arah.
Derby della Madonnina: AC Milan Hajar Inter 3-1, Pulisic dan Moreira Bersinar
EKSPOSKALTIM, Milan - AC Milan keluar sebagai pemenang dalam Derby della Madonnina pertama musim 2026/27 setelah menghajar Inter Milan 3-1 di Stadion ...
