Cemas dengan Keamanan Israel, Netanyahu Desak AS tak Jual Jet Tempur F-35 ke Turki

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato pada konferensi pers di Yerusalem, 21 Mei 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Amerika Serikat (AS) agar tak menjual jet tempur F-35 kepada Turki. Netanyahu menilai, jika Washington memutuskan membuka akses kepada Ankara untuk memiliki pesawat tempur canggih tersebut, hal itu akan mengganggu keseimbangan kekuatan di kawasan.
“Saya rasa mereka tidak seharusnya diberi F-35 atau mesin untuk jet tempur mereka, karena itu akan mengganggu keseimbangan kekuatan di Timur Tengah yang pada akhirnya dijamin oleh superioritas udara Israel dan juga, saya pikir, oleh sikap Amerika di Timur Tengah,” kata Netanyahu dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Senin (6/7/2026), dikutip laman Al Arabiya.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertolak ke Ankara, Turki, pada Senin sore. Kunjungannya ke sana adalah untuk menghadiri KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Kontribusi atau target pengeluaran pertahanan oleh masing-masing negara anggota diprediksi akan menjadi salah satu isu yang dibahas dalam KTT tersebut.
Terkait Netanyahu, sebelumnya dia telah menyampaikan keinginannya agar Israel meningkatkan otonomi militernya. Hal itu agar Israel dapat mengurangi ketergantungannya pada dukungan AS.
“Saya sangat menghargai dukungan yang telah kita terima dari teman-teman Amerika kita, tetapi kita perlu melepaskan diri dari ketergantungan dan membangun jaringan persenjataan independen kita sendiri,” kata Netanyahu kepada para perwira cadangan dalam kursus pelatihan di wilayah Tepi Barat yang diduduki dikutip laman Al Arabiya.
Artikel terkait
Berita terbaru
Persib Bisa Salip Singapura dan Vietnam di Ranking AFC? Ini Hitung-hitungan Jika Menang di Kandang Melbourne Victory
Persib berpeluang mendongkrak ranking AFC Indonesia jika menang atas Melbourne Victory. Simak hitung-hitungan poin dan peluang salip Vietnam serta Singapura.
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah Disabilitas pada 2027
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah
LPPM UWG Malang Bidik Hibah Riset Nasional dan Publikasi Scopus, 70 Dosen Digembleng Empat Profesor
Program ini dirancang untuk mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif dalam memperoleh pendanaan penelitian nasional sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi.
Lapangan Maha Mulai Produksi, Pasokan Gas Nasional Bertambah
Lapangan West Ganal mulai produksi gas
