Bukan Cuma Jalan Teuku Umar, Ini 13 Ruas Jalan di Bandar Lampung yang Diperbaiki BPJN
Bukan Cuma Jalan Teuku Umar, Ini 13 Ruas Jalan di Bandar Lampung yang Diperbaiki BPJN

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mengalokasikan anggaran sekitar Rp11 miliar untuk pemeliharaan 13 ruas jalan melalui paket preservasi jalan dan jembatan di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya.
Salah satu pekerjaan yang tengah berlangsung adalah pelapisan permukaan Jalan Teuku Umar menggunakan metode slurry seal, yakni campuran aspal emulsi dan agregat halus untuk mencegah kerusakan jalan semakin parah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 BPJN Lampung Fiddin Ichwanul Alhaz mengatakan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan jalan yang mencakup sejumlah ruas, bukan hanya Jalan Teuku Umar.
Menurutnya, anggaran sekitar Rp11 miliar tersebut diperuntukkan bagi paket penanganan long segment di 13 ruas jalan.
Adapun 13 ruas yang masuk dalam paket preservasi tersebut yakni:
Fiddin menjelaskan, salah satu metode pemeliharaan yang diterapkan adalah slurry seal, yaitu pelapisan tipis permukaan jalan untuk mempertahankan kondisi perkerasan sebelum mengalami kerusakan berat.
“Jadi slurry seal ini adalah salah satu jenis penanganan jalan yang bersifat preventif, Ini lebih kepada mencegah atau memperbaiki sebelum dia menjadi kerusakan parah,” kata Fiddin, Selasa 20 Oktober 2026.
Meski paket preservasi mencakup 13 ruas, pekerjaan slurry seal yang sedang berlangsung saat ini baru difokuskan di Jalan Teuku Umar.
Panjang jalan yang ditargetkan mendapatkan pelapisan tersebut berkisar 2,5 hingga 3 kilometer.
Berbeda dengan pengaspalan konvensional yang menangani struktur perkerasan, metode slurry seal menggunakan lapisan tipis untuk memperbaiki dan melindungi permukaan jalan.
Fiddin menyebut pekerjaan di Jalan Teuku Umar ditargetkan selesai paling lambat awal Desember 2026.
Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap karena berada di kawasan perkotaan dengan lalu lintas kendaraan yang padat.
BPJN tidak dapat mengerjakan seluruh badan jalan sekaligus lantaran harus mempertimbangkan kelancaran aktivitas kendaraan.
Selain itu, pekerjaan slurry seal dilakukan pada siang hari karena proses pengeringan material membutuhkan sinar matahari.
“Jadi, kenapa pertanyaan teman-teman pertanyaan masyarakat, kok kenapa aspal dikerjakan siang hari? karena berbda dengan aspal konfensional,” kata dia.
Dengan demikian, pekerjaan yang berlangsung di Jalan Teuku Umar merupakan salah satu bagian dari paket pemeliharaan 13 ruas jalan yang ditangani BPJN Lampung.
Adapun bentuk penanganan pada masing-masing ruas dalam paket tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi jalan.
Sumber: rmollampung.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
