Biaya bahan bakar Taipower akan naik NT$160 miliar pada tahun 2026 di tengah konflik Timur Tengah
Kenaikan harga gas alam di tengah ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan meningkatkan biaya bahan bakar Taiwan Power Co. (Taipower) lebih dari NT$160 miliar (Rp88,69 triliun) tahun ini, kata perusahaan...

Taipei, 23 Okt. (CNA) Kenaikan harga gas alam di tengah ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan meningkatkan biaya bahan bakar Taiwan Power Co. (Taipower) lebih dari NT$160 miliar (Rp88,69 triliun) tahun ini, kata perusahaan utilitas milik negara tersebut pada Kamis (22/10).
Jika harga gas alam tetap pada level saat ini hingga akhir tahun ini, biaya bahan bakar Taipower akan menjadi NT$160 miliar lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik di Timur Tengah, kata Direktur Jenderal Departemen Akuntansi Taipower, Tang Hui-lien (湯惠蓮).
Eksekutif Taipower memberikan penjelasan kepada wartawan dalam sebuah pertemuan informal mengenai situasi keuangan perusahaan dan meminta dukungan untuk anggaran tambahan NT$71,1 miliar yang diusulkan Yuan Eksekutif (Kabinet) untuk membantu perusahaan menutupi kerugian yang terus meningkat, sambil menunggu tinjauan Yuan Legislatif (Parlemen).
Sejak perang dimulai dengan serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari, harga gas alam untuk sektor listrik telah meningkat lebih dari 70 persen, menambah NT$71,1 miliar pada biaya bahan bakar Taipower dari Maret hingga Agustus, menurut perusahaan.
Tang mengatakan biaya bahan bakar yang lebih tinggi diperkirakan akan menambah NT$70 miliar pada akumulasi kerugian perusahaan tahun ini, sehingga totalnya menjadi NT$420,0 miliar, mendekati rekor kerugian NT$421,1 miliar yang tercatat pada akhir 2024.
Perusahaan mengaitkan kerugiannya dengan tingginya biaya bahan bakar dan tarif listrik di bawah biaya produksi, sementara pinjaman sebesar NT$1,85 triliun untuk proyek infrastruktur telah meningkatkan beban bunga, yang diperkirakan akan mencapai NT$30 miliar tahun ini.
Taipower belum menaikkan tarif listrik sejak September 2025, ketika tarif rata-rata dinaikkan sebesar 0,71 persen, terutama untuk menghindari dampak pada harga konsumen.
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik baik pada bulan Maret maupun September tahun ini. Masalah ini dijadwalkan untuk ditinjau kembali pada bulan Desember. Pada pertemuan bulan September, Taipower mengusulkan kenaikan tarif sebesar 12,83 persen, dengan alasan kenaikan biaya bahan bakar.
Sumber: Focus Taiwan. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
