Tuesday, 3 November 2026

Terkini
Lampung

Belum Ada Gedung Permanen, 30 Siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan Dititipkan ke Sampang

Belum Ada Gedung Permanen, 30 Siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan Dititipkan ke Sampang

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Sebanyak 30 siswa Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pamekasan, Jawa Timur, terpaksa harus dititipkan ke Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyampaikan, siswa sekolah rakyat untuk sementara dititip ke Sampang yang sudah memiliki gedung sekolah permanen.

“Karena di sini belum permanen, untuk sementara dititip ke Sampang,” katanya, Jumat (17/7/2026).

Baca juga: 19 Sekolah Rakyat Sudah Gelar MPLS di Gedung Permanen, Mensos: Puluhan Titik Lain Menyusul

Herman mengatakan, ruang kelas Sekolah Rakyat di Pamekasan masih terbatas dan harus menunggu pembangunan gedung permanen selesai.

Sebanyak 30 siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan akan digabung dengan siswa dari Bangkalan dan Sumenep.

“Sampang satu-satunya yang memiliki gedung permanen. Di sana akan jadi sekolah satu atap untuk sementara,” ungkapnya.

Baca juga: DPR RI Sidak Sekolah Rakyat di Semarang, Peringatkan PT Adhi Karya agar Jangan Bangun Asal-asalan

Menurutnya, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Pamekasan masih tahap pembebasan lahan.

“Sekarang masih proses persiapan. Lahan sudah kita survei. Semoga segera punya gedung permanen sendiri,” tuturnya.

Kepala SRMP 29 Pamekasan Aisyah Minarni Mukti membenarkan siswa Sekolah Rakyat dititipka ke Sampang untuk sementara waktu.

“Semuanya memang harus permanen. Untuk sementara memang dititip ke Sampang,” ucapnya.

Dia menyampaikan, 30 siswa bisa masuk sekolah rakyat berdasarkan dari penjangkauan dari keluarga miskin. Mereka akan mulai bersekolah sejak 31 Juli 2026 nanti.

Sementara siswa SRMP 29 tahun pelajaran 2025-2026 sebanyak 50 siswa. Mereka dibagi menjadi dua rombongan belajar (rombel) sekarang sudah naik ke kelas 2 di Pamekasan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Read More

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *