Barcelona Pimpin Daftar Klub dengan Utang Terbesar
Barcelona memimpin daftar klub dengan utang terbesar sebesar 2,7 miliar euro, disusul Manchester United, Tottenham Hotspur, Arsenal, dan AS Roma.

Beban utang menjadi persoalan serius bagi sejumlah klub sepak bola elite dunia, termasuk Barcelona yang menempati posisi teratas dengan kewajiban finansial sekitar 2,7 miliar euro. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bola, lima klub dalam daftar ini memiliki utang besar akibat berbagai faktor, mulai dari pembangunan stadion hingga pembiayaan pengambilalihan kepemilikan.
Besarnya pendapatan dari pertandingan, hak siar, dan aktivitas komersial tidak selalu membuat kondisi keuangan klub menjadi sehat. Pengeluaran transfer pemain, pembayaran gaji, serta investasi infrastruktur turut memengaruhi kemampuan klub menjaga keseimbangan finansial.
Barcelona dan Manchester United menjadi dua nama yang paling menonjol dalam daftar tersebut. Sementara itu, Tottenham Hotspur, Arsenal, dan AS Roma juga menghadapi kewajiban finansial dalam jumlah besar, meskipun masing-masing memiliki latar belakang utang yang berbeda.
Barcelona berada di urutan pertama dengan estimasi utang sebesar 2,7 miliar euro, setara dengan sekitar 2,28 miliar poundsterling. Kondisi keuangan klub asal Catalunya ini dipengaruhi oleh tingginya pengeluaran untuk transfer dan gaji pemain, dampak pandemi COVID-19, serta renovasi Camp Nou.
Proyek pembaruan stadion menjadi salah satu komponen penting dalam kebutuhan pembiayaan Barcelona. Pada September 2026, anggota klub menyetujui pinjaman tambahan sebesar 510 juta euro, sehingga keseluruhan anggaran proyek tersebut mencapai sekitar 1,8 miliar euro.
Untuk memperkuat pemasukan, Barcelona juga berupaya menjual sebagian hak atas pendapatan masa depan, termasuk hak siar televisi La Liga. Namun, besarnya kewajiban yang harus ditanggung tetap menjadi tantangan bagi klub dalam mempertahankan stabilitas keuangan.
Manchester United menempati posisi kedua dengan utang sekitar 1,15 miliar poundsterling. Salah satu faktor utama di balik beban tersebut adalah pengambilalihan klub oleh keluarga Glazer pada 2005 yang sebagian besar dibiayai menggunakan pinjaman.
Laporan yang dikutip Planet Football menyebut pembayaran bunga utang Manchester United telah mencapai sekitar 852 juta poundsterling. Dalam periode kepemilikan mereka, keluarga Glazer juga dilaporkan menerima dividen sekitar 1,2 miliar poundsterling.
Besarnya pembayaran bunga dan dividen tersebut menjadi bagian dari gambaran kondisi finansial klub. Struktur pembiayaan yang muncul sejak pengambilalihan kepemilikan turut menjelaskan mengapa Manchester United masih masuk dalam kelompok klub dengan utang tinggi.
Tottenham Hotspur berada di peringkat ketiga dengan utang bersih sebesar 831,2 juta poundsterling pada akhir tahun finansial 2025. Pembangunan Tottenham Hotspur Stadium yang menghabiskan biaya sekitar 1,2 miliar poundsterling menjadi salah satu faktor utama di balik besarnya kewajiban tersebut.
Meski membutuhkan investasi besar, stadion itu juga memberikan peluang pemasukan bagi Tottenham. Klub memperoleh 126,5 juta poundsterling dari penjualan tiket sepanjang 2025 dan memanfaatkan fasilitas stadion untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan di luar pertandingan sepak bola.
Pendapatan dari tiket dan acara nonsepak bola menjadi bagian penting dalam pemanfaatan stadion tersebut. Dengan demikian, infrastruktur yang membutuhkan biaya pembangunan tinggi juga berfungsi sebagai sumber pendapatan bagi klub London itu.
Arsenal menempati urutan keempat dengan utang sekitar 426,9 juta poundsterling. Klub asal London tersebut memiliki sumber pemasukan dari kompetisi domestik dan Eropa, tetapi besarnya pendapatan itu tidak menghilangkan posisinya dalam daftar tim dengan kewajiban finansial tinggi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam berbagai kompetisi dan peluang memperoleh pendapatan tidak selalu membuat sebuah klub terbebas dari utang besar. Arsenal tetap menghadapi tantangan untuk menjaga kondisi finansial di tengah kebutuhan operasional sepak bola profesional.
AS Roma berada di posisi kelima dengan estimasi utang sekitar 413 juta euro, atau setara dengan 348,4 juta poundsterling. Klub asal Italia tersebut masih berupaya memperbaiki kondisi keuangannya di tengah persaingan ketat Serie A.
Berbeda dari Barcelona yang menghadapi kebutuhan pembiayaan besar terkait renovasi stadion, informasi mengenai AS Roma dalam laporan tersebut menyoroti tantangan klub untuk memperbaiki keadaan finansialnya. Utang yang mencapai ratusan juta euro membuat persoalan keuangan tetap menjadi salah satu aspek penting bagi klub tersebut.
Kelima klub ini memperlihatkan beragam faktor yang dapat membentuk beban utang dalam sepak bola profesional. Pembiayaan pengambilalihan kepemilikan, pengeluaran pemain, pembangunan stadion, dan upaya meningkatkan pemasukan menjadi bagian dari gambaran finansial Barcelona, Manchester United, Tottenham Hotspur, Arsenal, dan AS Roma.
Sumber: www.suaralandak.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
