Akuisisi Kredit Pensiun SMBC Indonesia, BTN Kedatangan 344.600 Nasabah Baru

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membidik perluasan basis nasabah dari akuisisi portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai Rp 19,93 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, dari aksi korporasi ini pihaknya akan mendapatkan sekitar 344.600 nasabah baru.
“Akuisisi ini akan memperluas basis nasabah BTN menjadi 344.600 nasabah baru join ke BTN,” ujarnya saat paparan kinerja di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Dengan perluasan basis nasabah ini, membuka peluang bagi BTN untuk menawarkan berbagai produk kepada nasabah baru, mulai dari aplikasi Bale by BTN, layanan payroll, penghimpunan dana, hingga produk dan layanan perbankan lainnya.
Akuisisi tersebut juga memperkuat komposisi portofolio kredit non-perumahan BTN sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru dengan profil imbal hasil yang lebih tinggi dan risiko yang tetap terjaga.
Seluruh portofolio yang diakuisisi merupakan kredit berkualitas (performing loan), sehingga mendukung perbaikan kualitas aset Perseroan dan memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas.
“Kami meyakini bahwa kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik ini akan memacu dan juga mendorong pertumbuhan kita jauh lebih baik ke depannya,” ucapnya.
Melalui strategi pertumbuhan anorganik tersebut, BTN menargetkan porsi kredit non-perumahan meningkat secara bertahap hingga sekitar 30 persen dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan.
Lebih lanjut Nixon mengungkapkan, Akuisisi tersebut dilakukan dalam dua tahap. Saat ini BTN telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia senilai sekitar Rp 12,58 triliun pada 29 Juni 2026.
Pada tahap pertama ini, akuisisi dilakukan Melalui transaksi Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dimana BTN mengambil alih portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan yang manfaat pensiunnya dikelola PT Taspen (Persero).
Selanjutnya, perseroan akan melanjutkan akuisisi tahap kedua pada awal Agustus 2026 dengan nilai transaksi sekitar Rp 7,3 triliun.
Pada tahap kedua ini, akuisisi dilakukan melalui Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) dimana mengakuisisi aset pinjaman terkait pensiunan PT Asabri (Persero), dana pensiun lainnya, serta kredit karyawan aktif BUMN dan lembaga pemerintahan.
Dengan rampungnya kedua tahap tersebut, total nilai akuisisi mencapai sekitar Rp 19,93 triliun. ADapun penandatanganan CPTA dan CLATA telah dilakukan pada 22 Mei 2026.
Nixon mengungkapkan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan anorganik yang dijalankan BTN untuk memperkuat bisnis di luar pembiayaan perumahan (beyond mortgage).
“Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya sehingga nasabah BTN bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun. Langkah ini juga akan meningkatkan daya tahan bisnis BTN dalam jangka panjang,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Artikel terkait
Berita terbaru
Persib Bisa Salip Singapura dan Vietnam di Ranking AFC? Ini Hitung-hitungan Jika Menang di Kandang Melbourne Victory
Persib berpeluang mendongkrak ranking AFC Indonesia jika menang atas Melbourne Victory. Simak hitung-hitungan poin dan peluang salip Vietnam serta Singapura.
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah Disabilitas pada 2027
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah
LPPM UWG Malang Bidik Hibah Riset Nasional dan Publikasi Scopus, 70 Dosen Digembleng Empat Profesor
Program ini dirancang untuk mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif dalam memperoleh pendanaan penelitian nasional sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi.
Lapangan Maha Mulai Produksi, Pasokan Gas Nasional Bertambah
Lapangan West Ganal mulai produksi gas
