KOMPAS.com – Di balik kelezatannya, olahan sapi maupun kambing menyimpan kadar lemak dan kolesterol tinggi yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Selain membatasi porsi makan, proses pengolahan bahan mentah ini juga harus sangat diperhatikan guna meminimalisasi lonjakan kolesterol tinggi di dalam tubuh.
“Seperti yang kita ketahui bahwa olahan daging kambing dan sapi pada umumnya tinggi kolesterol. Hal ini terjadi karena rata-rata pengolahannya menggunakan santan,” terang Kepala Instalasi Gizi RSUD Dr. Iskak Tulungagung, Ratih Puspitaningtyas, S.Gz.RD., dalam situs web resmi rumah sakit tersebut, dikutip pada Rabu.
Baca juga: Mengapa Kolesterol Tak Turun Juga? Cek Penyebab Ini
Risiko penyakit tersebut akan makin meningkat apabila masakan bersantan ini dipanaskan berulang kali di atas kompor.
Selain santan, kebiasaan membumbui masakan dengan takaran garam berlebih, penyedap rasa, mentega, hingga minyak goreng yang tidak sehat, juga membuat kadar lemaknya meningkat.
Deretan bahan tambahan inilah yang sebenarnya membuat konsumsi masakan kurban hari ini berubah menjadi berbahaya bagi kesehatan.
Padahal, jika dilihat dari segi kandungan gizinya, lemak pada daging sapi justru tercatat lebih tinggi dibandingkan kambing. Namun, karena kesalahan metode memasak, olahan kambing sering kali lebih ditakuti.
Baca juga: Benarkah Kebanyakan Makan Santan Bisa Picu Kolesterol?
Faktanya kedua jenis daging kurban memiliki manfaat yang penting bagi tubuh, jika diolah dengan benar.
KOMPAS.com/Krisda Tiofani Ilustrasi daging kurban. Daging sapi kurban. Daging sapi dan kambing tetap aman dikonsumsi saat Idul Adha asalkan porsinya tidak berlebihan.
Daging kambing terbukti ampuh untuk menurunkan risiko peradangan di dalam pembuluh darah.
Tidak hanya itu, daging kambing juga berfungsi menstabilkan ritme detak jantung, serta menjadi sumber protein tinggi yang mampu mencegah penyakit anemia dengan cara meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah.
Di sisi lain, mengonsumsi daging sapi membawa segudang manfaat positif yang tak kalah penting.
Nutrisi dari daging sapi dibutuhkan untuk membantu pembentukan massa otot dan mempertajam daya ingat manusia berkat kandungan vitamin B kompleks.
Daging sapi juga diyakini dapat mempercepat proses penyembuhan luka, serta menjadi sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan ragam aktivitas olahraga.
Baca juga: Cegah Nyeri Menstruasi dengan Asupan Magnesium dan Zat Besi
Untuk mendapatkan seluruh manfaat baik tersebut tanpa takut ancaman kolesterol tinggi, kamu perlu mengubah metode memasak yang selama ini digunakan.
Batasi kekentalan santan yang digunakan. Kamu juga bisa membuat olahan daging slice yang jauh lebih minim campuran lemak tambahan.