Saturday, 7 November 2026

Terkini
Bola

Frank Lampard Protes Wasit, Coventry Merasa Dirugikan Saat Lawan Everton

Manajer Coventry City, Frank Lampard, mempertanyakan sejumlah keputusan perangkat pertandingan setelah timnya tumbang 1-3 dari Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Jumat, 6 November 2026 waktu setempat. Salah satu hal...

Sumber foto: RRI.co.id

RRI.CO.ID, Batam – Manajer Coventry City, Frank Lampard, mempertanyakan sejumlah keputusan perangkat pertandingan setelah timnya tumbang 1-3 dari Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Jumat, 6 November 2026 waktu setempat. Salah satu hal yang paling disorot Lampard adalah insiden ketika James Tarkowski diduga menarik rambut Caleb Yirenkyi di area pertahanan Everton.

Dilansir dari Reuters, Lampard menilai kejadian tersebut semestinya dianggap sebagai pelanggaran yang berujung hadiah penalti bagi Coventry. Namun, wasit Stuart Attwell tidak mengabulkan protes para pemain tim tamu meskipun insiden tersebut terjadi ketika kedua pemain tengah berduel memperebutkan bola.

Perdebatan ini berkaitan dengan penerapan ketentuan mengenai tindakan menarik rambut yang mengalami perubahan pada musim berjalan. Dalam menentukan adanya pelanggaran, wasit kini juga harus memperhatikan unsur kesengajaan serta tingkat kekuatan tarikan yang dilakukan.

Menanggapi keputusan tersebut, Lampard mengaku memahami bahwa penilaian terhadap insiden semacam itu tidak selalu mudah. Meski demikian, ia tetap berpendapat bahwa tindakan yang dialami Yirenkyi sudah memenuhi unsur pelanggaran.

“Mereka mengatakan tarikannya tidak cukup kuat, dan menurut saya ini merupakan situasi yang sulit untuk dinilai. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan menarik rambut? Mereka sudah memutuskan itu terjadi, tetapi dianggap tidak cukup kuat,” kata Lampard kepada wartawan.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan keseluruhan ketentuan yang berlaku. Menurut Lampard, insiden tersebut memang tidak harus berujung kartu merah, tetapi tetap perlu mendapatkan hukuman apabila sudah dikategorikan sebagai pelanggaran.

“Saya pikir aturannya sudah baik. Itu bukan kartu merah. Saya bisa memahami hal tersebut karena dalam pertandingan sepak bola ada banyak kejadian yang tidak selalu bersifat ekstrem.

“Jika aturannya tetap menyatakan bahwa tindakan itu merupakan pelanggaran, maka menurut saya memang terjadi pelanggaran,” tambahnya.

Keberatan Lampard terhadap kepemimpinan wasit tidak berhenti pada insiden tersebut. Ia turut menyoroti dugaan pelanggaran Vitalii Mykolenko terhadap Taiwo Awoniyi di sekitar tepi kotak penalti. Selain itu, Lampard juga mempertanyakan proses terciptanya gol kedua Thierno Barry karena menduga bola sempat mengenai tangan pemain Everton tersebut.

Akan tetapi, pemeriksaan melalui teknologi Video Assistant Referee atau VAR yang dipimpin Timothy Wood tidak menemukan adanya pelanggaran handball dalam proses gol itu.

Lampard tetap meyakini terdapat sentuhan tangan yang luput dari penilaian perangkat pertandingan. Ia bahkan menilai keberadaan VAR semestinya dapat membantu mengoreksi kejadian seperti yang dipersoalkannya.

“Gol Barry itu merupakan handball. Saya mendengar mereka mengatakan bola tidak menyentuh tangannya, tetapi saya sudah melihat sudut rekaman yang menunjukkan dia mengarahkan bola masuk menggunakan sentuhan terakhirnya. VAR seharusnya digunakan untuk situasi seperti itu,” ujar Lampard.

Sementara itu, manajer Everton, David Moyes, memiliki pandangan berbeda mengenai dugaan handball tersebut. Ia menegaskan bahwa bola tidak mengenai tangan Barry. Kendati demikian, Moyes justru memiliki keberatan tersendiri terhadap regulasi mengenai tindakan menarik rambut yang kini diterapkan dalam pertandingan.

“Bola jelas tidak mengenai tangannya,” kata Moyes.

“Aturan mengenai tarikan rambut sudah berubah. Jika memang terjadi, hukumannya adalah kartu kuning. Namun, saya tetap menganggap aturan tersebut tidak masuk akal untuk diterapkan dalam pertandingan,” tambahnya.

Di tengah perdebatan mengenai keputusan wasit, Everton berhasil mengamankan tiga poin melalui kemenangan 3-1. Thierno Barry menjadi pencetak dua gol, sedangkan Kiernan Dewsbury-Hall menyumbangkan satu gol lainnya setelah Yann Gboho lebih dahulu membawa Coventry unggul pada awal babak kedua.

Tambahan kemenangan tersebut mengangkat Everton ke posisi kelima klasemen sementara Liga Primer Inggris. Sebaliknya, Coventry City belum mampu memperbaiki posisinya dan masih berada di peringkat ke-16.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *