LPPM UWG Malang Bidik Hibah Riset Nasional dan Publikasi Scopus, 70 Dosen Digembleng Empat Profesor
Program ini dirancang untuk mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif dalam memperoleh pendanaan penelitian nasional sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi.

MALANG – Mendapatkan hibah penelitian bukan sekadar persoalan memiliki ide menarik. Dosen juga dituntut mampu menyusun proposal yang kompetitif, memiliki peta jalan penelitian yang jelas, serta menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas.
Tantangan inilah yang dijawab Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Widya Gama Malang (UWG Malang) melalui program penguatan kapasitas riset dosen.
Berbekal kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), LPPM UWG Malang menyelenggarakan Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset di Perguruan Tinggi Tahun 2026.
Program ini dirancang untuk mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif dalam memperoleh pendanaan penelitian nasional sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi.
Sebanyak 70 peserta dari Universitas Widya Gama Malang dan STIKES Widya Gama Husada terlibat dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 2, 3 dan 12 November 2026.
Menariknya, LPPM UWG Malang tidak hanya menyelenggarakan pelatihan penyusunan proposal penelitian, tetapi juga mengintegrasikannya dengan pengembangan roadmap riset dan workshop penulisan artikel ilmiah.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni meningkatkan keberhasilan dosen dalam kompetisi pendanaan penelitian dan memperkuat produktivitas publikasi ilmiah.
Ketua LPPM UWG Malang, Prof. Dr. Ir. Fachruddin, M.T., menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem penelitian melalui program tersebut.
Kegiatan ini diarahkan untuk membangun budaya penelitian yang lebih terencana, produktif, dan berorientasi pada luaran akademik yang berkualitas.
Penguatan kapasitas dosen menjadi perhatian penting karena kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh jumlah kegiatan riset, tetapi juga oleh kesinambungan tema, ketepatan metodologi, kebaruan gagasan, dan kontribusi ilmiah yang dihasilkan.
Sementara Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Ir. M. Su'i, M.P., menjelaskan bahwa program ini merupakan hibah Kemendiktisaintek yang secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian dan artikel ilmiah berkualitas.
Menurutnya, kegiatan dirancang dalam beberapa tahapan agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan dokumen penelitian yang siap dikembangkan dan diajukan pada skema pendanaan kompetitif.
Pelatihan penyusunan roadmap dan proposal penelitian dilaksanakan pada 2–3 November 2026. Selanjutnya, pada 12 November 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan klinik dan pendampingan penyusunan proposal penelitian serta artikel ilmiah.
Prof. Su'i menjelaskan bahwa salah satu target utama program ini adalah menghasilkan proposal penelitian yang memiliki peluang bersaing dalam seleksi pendanaan hibah dari Direktorat Jenderal terkait di lingkungan Kemendiktisaintek maupun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Selain proposal penelitian, kegiatan ini juga menargetkan tersusunnya naskah artikel ilmiah yang siap diajukan ke jurnal nasional terakreditasi SINTA 1 dan SINTA 2, maupun jurnal internasional terindeks Scopus.
Target tersebut dinilai penting karena publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi merupakan salah satu komponen strategis dalam pengembangan karier akademik dosen, termasuk untuk mendukung pemenuhan persyaratan khusus kenaikan jabatan fungsional menuju Lektor Kepala dan Guru Besar sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, LPPM UWG Malang menghadirkan empat profesor dari berbagai institusi pendidikan tinggi.
Mereka adalah Prof. Ir. Fitri Marisa, S.Kom., M.Pd., Ph.D., dari UWG Malang/APTIKOM; Prof. Devanto Shasta Pratomo, S.E., M.Si., Ph.D., dari Universitas Brawijaya; Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si., dari Universitas Negeri Malang; serta Prof. Ir. Yan Watequlis Syaifudin, S.T., M.MT., Ph.D., dari Politeknik Negeri Malang.
Kehadiran para akademisi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam strategi penyusunan proposal penelitian, menentukan fokus dan arah riset, serta memahami berbagai aspek penting dalam menghasilkan artikel ilmiah yang layak dipublikasikan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam program ini adalah pentingnya penyusunan roadmap penelitian sesuai kepakaran dosen.
Dengan peta jalan yang terstruktur, dosen diharapkan mampu membangun kesinambungan penelitian dari tahun ke tahun, mengembangkan keunggulan keilmuan, dan meningkatkan peluang memperoleh pendanaan eksternal.
Program ini juga memberikan perhatian terhadap perbedaan karakteristik bidang ilmu.
Dalam agenda klinik pada 12 November 2026, pendampingan akan dibagi berdasarkan bidang ilmu eksakta dan humaniora sehingga proses penyusunan proposal maupun artikel ilmiah dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih konkret dibandingkan pelatihan yang hanya berfokus pada penyampaian materi.
Peserta memiliki kesempatan untuk memperbaiki rancangan penelitian, mempertajam substansi proposal, dan menyempurnakan naskah artikel sebelum memasuki tahapan pengajuan.
Keterlibatan dosen dari UWG Malang dan STIKES Widya Gama Husada juga membuka peluang pengembangan kolaborasi penelitian lintas disiplin.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu potensi penting dalam memperluas cakupan penelitian, terutama untuk menjawab persoalan masyarakat yang membutuhkan pendekatan dari berbagai bidang keilmuan.
Bagi LPPM UWG Malang, keberhasilan memperoleh hibah dari Kemendiktisaintek merupakan kesempatan untuk memperkuat sistem pembinaan dan pendampingan penelitian secara lebih terarah.
Melalui program ini, LPPM berupaya mendorong perubahan orientasi kegiatan akademik, dari sekadar mengikuti pelatihan menuju pencapaian luaran penelitian yang terukur.
Proposal yang siap berkompetisi, artikel yang siap diajukan ke jurnal bereputasi, serta meningkatnya kapasitas dosen menjadi sasaran penting yang ingin diwujudkan.
Pada akhirnya, keberhasilan penguatan ekosistem talenta riset tidak hanya diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan, melainkan dari kemampuan mereka mengubah gagasan ilmiah menjadi proposal penelitian yang kompetitif dan publikasi yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Melalui Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset 2026, LPPM UWG Malang menegaskan arah pengembangan penelitian yang semakin berorientasi pada kualitas, kolaborasi, dan daya saing akademik.
Dari ruang pelatihan menuju kompetisi hibah nasional, dari gagasan penelitian menuju publikasi bereputasi. Inilah semangat yang ingin dibangun LPPM UWG Malang dalam memperkuat ekosistem riset perguruan tinggi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!Klik 👉 Channel TIMES IndonesiaPastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Sumber: TIMES Indonesia. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Persib Bisa Salip Singapura dan Vietnam di Ranking AFC? Ini Hitung-hitungan Jika Menang di Kandang Melbourne Victory
Persib berpeluang mendongkrak ranking AFC Indonesia jika menang atas Melbourne Victory. Simak hitung-hitungan poin dan peluang salip Vietnam serta Singapura.
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah Disabilitas pada 2027
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah
Lapangan Maha Mulai Produksi, Pasokan Gas Nasional Bertambah
Lapangan West Ganal mulai produksi gas
Batas akhir pelamaran MagangHub Batch 3 pada 4 November
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan lulusan perguruan tinggi, lulusan pendidikan profesi, dan penyandang disabilitas yang ingin mengikuti Magang Nasional ANTARA News mataram 39 ...
