Friday, 30 October 2026

Terkini
Bola

Benitez Ungkap Masalah Struktural Sepak Bola Italia

Rafael Benitez menyoroti masalah struktural, pembinaan pemain muda, dan melemahnya pertahanan Italia setelah hasil buruk klub-klub di Liga Champions.

Sumber foto: Demokratis.co.id

Kesulitan klub-klub Italia menghadapi persaingan Eropa menjadi sorotan Rafael Benitez. Mantan pelatih Napoli dan Inter Milan tersebut menilai persoalan sepak bola Italia tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan, tetapi juga mencakup struktur klub, pembinaan pemain muda, dan karakter permainan bertahan, dilansir dari Bola.

Pada matchday kedua Liga Champions 2026-2027, yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) dan Rabu (14/10/2026), empat wakil Italia gagal meraih hasil positif. Inter Milan kalah dari Club Brugge, AS Roma ditundukkan Real Madrid, Napoli menyerah kepada Villarreal, sedangkan Como 1907 takluk dari Feyenoord.

Catatan pada pertandingan kedua tersebut lebih buruk dibandingkan penampilan sejumlah klub Italia pada matchday pertama. Como 1907 sebelumnya berhasil mengamankan tiga poin ketika menghadapi RB Leipzig, sementara AS Roma bermain imbang melawan Fenerbahce.

Inter Milan dan Napoli juga sudah mengalami kekalahan pada pertandingan pertama, masing-masing saat berhadapan dengan Real Madrid dan Arsenal. Rentetan hasil itu memperlihatkan tantangan yang dihadapi klub-klub Italia dalam kompetisi antarklub Eropa.

Benitez memandang persoalan tersebut sebagai bagian dari masalah yang lebih luas. Ia turut menyoroti kegagalan tim nasional Italia lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut sebagai salah satu gambaran kesulitan sepak bola negara tersebut.

Dalam keterangannya yang dikutip dari Goal, Benitez menjelaskan, “Mereka sedang kesulitan, seperti yang terlihat dari absennya Italia di tiga Piala Dunia, namun ada berbagai masalah lain yang perlu ditangani.”

Menurut Benitez, pembenahan perlu mencakup berbagai unsur sepak bola, mulai dari keputusan dan investasi yang dilakukan klub hingga pengelolaan tim nasional serta pengembangan talenta muda.

Ia menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara pengelolaan klub dan sistem pembinaan pemain dalam pernyataan berikut.

“Di satu sisi, ada klub-klub, serta keputusan dan investasi yang mereka buat. Di sisi lain, ada tim nasional, sistem pembinaan pemain muda, dan ketersediaan talenta yang menurut saya sebenarnya tidak kurang.”

Selain persoalan pengelolaan sepak bola, Benitez menilai Italia mengalami perubahan dalam aspek pertahanan. Menurut dia, kemampuan menjaga organisasi pertahanan yang kuat dahulu menjadi salah satu karakter utama permainan Italia dan turut mendukung dominasi mereka dalam kompetisi internasional.

Pandangan tersebut sejalan dengan perhatian Massimiliano Allegri terhadap kondisi pertahanan sepak bola Italia. Benitez mengaku setuju dengan pemikiran Allegri dan menyebut Fabio Capello juga pernah menyampaikan pandangan serupa.

Benitez mengungkapkan penilaiannya mengenai perubahan identitas permainan tersebut.

“Saya merenungkan sesuatu yang dikatakan Allegri, yang menurut saya juga pernah disampaikan oleh Capello dan saya setuju.”

Ia kemudian menjelaskan aspek yang dianggap mengalami kemunduran dalam sepak bola Italia.

“Italia telah kehilangan kemampuan untuk bertahan, yang merupakan salah satu ciri khas budaya sepak bola mereka yang sempat mendominasi dalam waktu yang lama.”

Bagi Benitez, melemahnya pertahanan menjadi persoalan yang patut diperhatikan karena Italia sebenarnya masih mempunyai pemain berkualitas di sektor belakang. Ia menyebut Gianluigi Donnarumma, Riccardo Calafiori, Alessandro Bastoni, dan Federico Dimarco sebagai contoh pemain yang memiliki kemampuan penting di posisi masing-masing.

Benitez memberikan penilaian khusus terhadap Donnarumma, yang menurutnya termasuk penjaga gawang terbaik di dunia. Ia juga menyoroti kontribusi Calafiori bersama Arsenal, peran Bastoni dalam pertahanan Inter Milan, serta kemampuan Dimarco membantu serangan dari sisi sayap.

Penilaian tersebut disampaikan Benitez untuk menunjukkan bahwa kesulitan sepak bola Italia tidak bisa dijelaskan hanya dengan anggapan bahwa negara itu kekurangan pemain berbakat.

Ia menegaskan pandangannya mengenai kualitas para pemain belakang Italia.

“Padahal, mereka memiliki pemain-pemain kelas atas di lini belakang. Donnarumma mungkin adalah kiper terbaik di dunia.”

Benitez juga menjelaskan peran beberapa pemain lain yang dinilainya mempunyai kontribusi besar bagi klub masing-masing.

“Calafiori merupakan pemain inti di Arsenal, Bastoni menjadi pilar penting di Inter, dan Dimarco adalah bek sayap yang mampu merepotkan lawan saat ia maju membantu serangan.”

Dengan keberadaan pemain-pemain tersebut, perhatian Benitez tertuju pada kebutuhan membenahi sistem sepak bola secara menyeluruh. Struktur pengelolaan klub, pembinaan pemain muda, dan pemulihan kekuatan bertahan menjadi tiga aspek yang disorotnya di tengah hasil kurang memuaskan wakil Italia di Liga Champions 2026-2027.

Sumber: Demokratis.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *