Friday, 30 October 2026

Terkini
Bandar Lampung

Koperasi Merah Putih Diharapkan Perkuat Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di Indonesia.

Sumber foto: RRI.co.id

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di Indonesia.

Harapan tersebut sejalan dengan pemantauan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (15/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, turut mendampingi kunjungan kerja bersama Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan sejumlah pejabat dari pemerintah pusat maupun daerah.

Koperasi Merah Putih dirancang sebagai salah satu infrastruktur pemerintah untuk mendukung berbagai program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Perannya mencakup penyaluran bantuan, distribusi pupuk, serta perluasan akses permodalan.

Keberadaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan ekonomi. Dengan dukungan sarana, prasarana, dan pengelolaan yang memadai, koperasi juga berpotensi menjadi wadah pengembangan kegiatan usaha masyarakat setempat.

Dalam bahan kegiatan disebutkan, sebanyak 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah beroperasi di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan jumlah koperasi yang beroperasi terus bertambah.

Pemantauan di Lampung Selatan merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke sejumlah lokasi koperasi, termasuk di Kelurahan Sukarame, Kelurahan Way Halim, Kelurahan Rajabasa, dan Desa Waisari, Kecamatan Natar.

Pengembangan koperasi diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan program pemerintah, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa serta memperkuat ketahanan pangan melalui dukungan terhadap distribusi kebutuhan pertanian dan akses permodalan.

Ke depan, keberhasilan program tersebut akan turut ditentukan oleh kesiapan fasilitas, tata kelola koperasi, dan kemampuan pengelola dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *