Koperasi Merah Putih Diharapkan Perkuat Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di Indonesia.

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di Indonesia.
Harapan tersebut sejalan dengan pemantauan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (15/10/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, turut mendampingi kunjungan kerja bersama Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan sejumlah pejabat dari pemerintah pusat maupun daerah.
Koperasi Merah Putih dirancang sebagai salah satu infrastruktur pemerintah untuk mendukung berbagai program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Perannya mencakup penyaluran bantuan, distribusi pupuk, serta perluasan akses permodalan.
Keberadaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan ekonomi. Dengan dukungan sarana, prasarana, dan pengelolaan yang memadai, koperasi juga berpotensi menjadi wadah pengembangan kegiatan usaha masyarakat setempat.
Dalam bahan kegiatan disebutkan, sebanyak 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah beroperasi di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan jumlah koperasi yang beroperasi terus bertambah.
Pemantauan di Lampung Selatan merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke sejumlah lokasi koperasi, termasuk di Kelurahan Sukarame, Kelurahan Way Halim, Kelurahan Rajabasa, dan Desa Waisari, Kecamatan Natar.
Pengembangan koperasi diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan program pemerintah, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa serta memperkuat ketahanan pangan melalui dukungan terhadap distribusi kebutuhan pertanian dan akses permodalan.
Ke depan, keberhasilan program tersebut akan turut ditentukan oleh kesiapan fasilitas, tata kelola koperasi, dan kemampuan pengelola dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran Mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026
Super League -Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Pesepakbola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dihadang oleh pemain Persijap Jepara Zidane Pramudya (kedua kiri) saat laga pekan kedelapan BRI Super ...
Carrick Tegaskan Manchester United Haus Kemenangan jelang Hadapi Chelsea
Pelatih Manchester United Michael Carrick menegaskan timnya haus kemenangan menjelang lawatan ke markas Chelsea, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam WIB. Setan Merah membutuhkan hasil...
Sundulan Mitrevski Selamatkan Persebaya dari Kekalahan
Risto Mitrevski menyelamatkan Persebaya dari kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara. Laga pekan kedelapan Super League berakhir imbang 1-1.
