Sunday, 1 November 2026

Terkini
Lampung

PB SEMMI Dorong Mahasiswa Lebih Aktif dalam Isu Kebangsaan

PB SEMMI Dorong Mahasiswa Lebih Aktif dalam Isu Kebangsaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026–2029 akan memperkuat kolaborasi lintas organisasi mahasiswa dan kepemudaan untuk memperluas peran gerakan mahasiswa. Kepengurusan baru juga menempatkan konsolidasi internal dan penguatan etika kepemimpinan sebagai prioritas organisasi.

Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny mengatakan, perbedaan latar belakang dan pandangan antarlembaga mahasiswa tidak seharusnya menghambat kerja sama. Menurut dia, organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab bersama untuk berkontribusi terhadap masa depan bangsa.

“Kita boleh berbeda dalam cara pandang dan gerakan, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama terhadap masa depan bangsa,” kata Achmad dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026). 

Achmad menyampaikan hal tersebut seusai pelantikan pengurus PB SEMMI periode 2026–2029 di Jakarta. Kepengurusan baru dilantik oleh Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva.

Pelantikan turut dihadiri sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan, antara lain GMNI, PII, PMKRI, KMHDI, HMI, LMND, Gemura, serta Pemuda Muslimin Indonesia DKI Jakarta. Kehadiran berbagai organisasi tersebut membuka ruang komunikasi dan dialog untuk memperkuat hubungan antargerakan mahasiswa.

Selain memperluas kerja sama eksternal, PB SEMMI akan mengutamakan konsolidasi internal setelah pelaksanaan kongres. Seluruh kandidat yang sebelumnya mengikuti kontestasi diberikan kesempatan untuk bergabung dalam kepengurusan periode 2026–2029.

“Kita sudah melewati proses kongres dan hari ini waktunya kita menyatukan kembali seluruh kekuatan yang ada. Seluruh kandidat kita rangkul, karena setelah kompetisi selesai, tidak ada lagi kelompok-kelompok. Yang ada adalah satu PB SEMMI, satu gerakan, dan satu tanggung jawab untuk membawa organisasi ini lebih maju,” kata Achmad.

Menurut Achmad, penyatuan berbagai unsur organisasi diperlukan agar kepengurusan baru dapat menjalankan agenda bersama tanpa terhambat perbedaan pilihan selama kongres. Konsolidasi tersebut juga menjadi landasan untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan organisasi mahasiswa dan kepemudaan lainnya.

Dalam menjalankan kepengurusan, Achmad turut menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab organisasi sebagaimana disampaikan Hamdan Zoelva. Ia meminta seluruh pengurus menjaga integritas serta mengutamakan kepentingan organisasi dan masyarakat.

“Jabatan dalam organisasi bukan sekadar posisi, tetapi amanah. Karena itu, kita harus menjaga sikap, menjaga marwah organisasi, dan memastikan setiap langkah yang kita ambil memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” ujar Achmad.

Read More

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *