Sunday, 1 November 2026

Terkini
Bandar Lampung

Beras Premium Mulai Terbatas, Polda Lampung Periksa Sejumlah Ritel di Bandar Lampung

Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Ketersediaan beras premium di sejumlah ritel modern Kota Bandar Lampung terpantau terbatas. Di sisi lain, pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dinilai belum merata....

Sumber foto: saibumi.com

Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Ketersediaan beras premium di sejumlah ritel modern Kota Bandar Lampung terpantau terbatas. Di sisi lain, pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dinilai belum merata.

Kondisi tersebut diketahui saat Polda Lampung bersama Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung melakukan pemantauan harga, stok, dan mutu beras di tiga ritel modern, Sabtu (3/10/2026).

Tiga lokasi yang menjadi sasaran pemantauan yakni Chandra Supermarket Tanjung Karang, Superindo Tirtayasa, dan Indogrosir Soekarno Hatta.

Kegiatan tersebut melibatkan Ditreskrimsus Polda Lampung, Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog Wilayah Lampung, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan harga beras di tingkat konsumen tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Polda Lampung bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap harga dan ketersediaan beras. Kami ingin memastikan penjualan di tingkat konsumen berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Yuni, Senin (5/10/2026).

Dalam pemeriksaan di Superindo Tirtayasa, petugas mendapati stok beras premium kosong selama sekitar satu bulan. Pihak pengelola menyebut ketersediaan beras bergantung pada proses pengadaan dan pengiriman dari kantor pusat.

Sementara di Indogrosir Soekarno Hatta, beras premium yang tersedia hanya kemasan 10 kilogram. Di antaranya merek Rosa sebanyak sekitar 8 ton atau 800 sak dan Dua Koki sekitar 100 sak. Adapun beras premium kemasan 5 kilogram tidak tersedia saat pemantauan berlangsung.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Indogrosir juga menerapkan pembatasan pembelian berdasarkan kategori keanggotaan.

Anggota rumah tangga dibatasi maksimal satu sak setiap transaksi, sedangkan anggota warung yang membeli untuk dijual kembali maksimal tiga sak per transaksi.

Kondisi serupa juga ditemukan di Chandra Supermarket. Pengelola mengaku menerapkan pembatasan pembelian ketika terjadi peningkatan permintaan dalam jumlah besar.

Lonjakan permintaan tersebut salah satunya berasal dari pedagang pasar tradisional, yang berupaya membeli beras di ritel modern ketika harga beras di pasar mengalami kenaikan.

“Dari hasil pengecekan, kami mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi stok dan kendala distribusi di lapangan. Informasi tersebut menjadi bahan koordinasi bersama instansi terkait untuk mengantisipasi gangguan pasokan,” jelas Yuni.

Selain beras premium, Satgas juga memeriksa ketersediaan beras SPHP yang menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat.

Di sejumlah wilayah, penyerapan stok SPHP juga berlangsung cepat sehingga kelancaran distribusi dan pengiriman menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ketersediaan beras di tingkat konsumen.

Berdasarkan hasil pemantauan, beras premium kemasan 10 kilogram yang dijual di ritel yang diperiksa berada di kisaran Rp149.000 atau sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang menjadi acuan dalam pengawasan.

Meski harga jual masih sesuai HET, pelaku usaha menyampaikan harga modal dari pemasok relatif tinggi sehingga margin penjualan menjadi tipis.

Yuni menegaskan, pengawasan yang dilakukan tidak hanya menyasar harga jual beras, tetapi juga mencakup ketersediaan stok dan mutu beras yang beredar di masyarakat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan harga, mutu, dan distribusi beras. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Yuni.

Sumber: saibumi.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *