Dari Desa Beroanging, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa Nasional
BKMF Sinapsis FIKK UNM dinyatakan lolos sebagai peserta Abdidaya Ormawa Nasional 2026 setelah menjalankan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan

MAKASSAR — Kerja selama sekitar empat bulan di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, akhirnya membawa BKMF Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) melangkah ke tingkat nasional.
BKMF Sinapsis FIKK UNM dinyatakan lolos sebagai peserta Abdidaya Ormawa Nasional 2026 setelah menjalankan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bersama masyarakat Desa Beroanging.
Program yang dijalankan mengusung tema “Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Baruga Sipakatau Berbasis Local Digital Health Center Beroanging dalam Mendukung SDGs Desa.” Dari program ini, mahasiswa tidak hanya datang membawa kegiatan, tetapi juga berusaha membangun sistem yang bisa terus dimanfaatkan masyarakat.
Salah satu yang dikembangkan adalah Baruga Sipakatau. Program ini menyasar lima bidang, yakni ibu dan anak, remaja, lansia, lingkungan, serta pangan lokal. Seluruh kegiatan kemudian diperkuat dengan pemanfaatan teknologi melalui SIPAKATAU atau Sistem Kesehatan Terpadu.
Program tersebut mencakup pemantauan tumbuh kembang balita, pendampingan ibu dan anak, pengingat konsumsi tablet tambah darah bagi remaja, aktivitas fisik dan pemantauan kesehatan lansia, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan pangan lokal bergizi sesuai potensi Desa Beroanging.
Dekan FIKK UNM, Dr. Andi Attsam Mappanyukki, M.Kes., mengatakan fakultas mendukung kegiatan mahasiswa yang memberi kesempatan untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, pengalaman seperti itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus melihat persoalan masyarakat secara nyata.
Dukungan yang sama diberikan Wakil Dekan III FIKK UNM, Dr. Fahrizal, M.Pd. Pendampingan dilakukan agar program PPK Ormawa tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat terus memberi manfaat setelah mahasiswa menyelesaikan programnya.
Dalam prosesnya, tim mahasiswa juga mendapat pendampingan dari dosen Hezon Alhim Dos Santos, S.Pd., M.Pd. Sebanyak 69 kader, yang terdiri atas kader Posyandu, PKK, Satgas Desa, dan Karang Taruna, ikut dilibatkan untuk memperkuat keberlanjutan program di desa.
Bagi BKMF Sinapsis FIKK UNM, lolos ke Abdidaya Ormawa Nasional 2026 bukan sekadar capaian di tingkat kompetisi. Pengakuan tersebut menjadi hasil dari kerja bersama mahasiswa dan masyarakat dalam membangun program kesehatan yang memanfaatkan potensi lokal dan teknologi.
Selanjutnya, BKMF Sinapsis FIKK UNM akan membawa pengalaman dan berbagai inovasi dari Desa Beroanging ke ajang Abdidaya Ormawa Nasional 2026. Langkah ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa di desa dapat meninggalkan manfaat yang tetap hidup setelah program selesai. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Nur Ashilah Apriliani (Mahasiswa FIKK UNM)
Sumber: Mediasulsel.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Punya Statestik Menterang, Striker Keturunan di Liga Islandia ini Bikin PSSI Kepincut
Setelah Demian Hesus Agustien yang bermain di Arsenal ramai diperbincangkan menjadi calon pemain naturalisasi, terbaru PSSI mulai memantau satu lagi pemain muda berdarah Indonesia...
Polda Banten Apresiasi Suporter, Pertandingan Dewa United vs Persija Berlangsung Tertib dan Kondusif
Serang – Polda Banten menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh suporter serta pecinta...
MU Hancur di Stamford Bridge! Kartu Merah Martinez Bisa Jadi Akhir Carrick
Manchester United kembali menelan hasil buruk setelah kalah 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge.
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.
