Layang-Layang untuk Palestina, Simbol Solidaritas dari Bandung


Sejumlah massa yang tergabung dalam Mujahidah Pembela Palestina membawa layang-layang saat menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Layang-layang menjadi simbol dalam aksi yang menyoroti hak anak-anak Palestina untuk bermain dengan aman. (FOTO : Edi Yusuf)

Peserta aksi menunjukkan layang-layang yang dibawa dalam aksi solidaritas Palestina di Jalan Asia Afrika, Bandung. Simbol tersebut digunakan untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi anak-anak di Gaza yang disebut menghadapi ancaman saat menerbangkan layang-layang. (FOTO : Edi Yusuf)

Massa membawa layang-layang saat menyampaikan solidaritas untuk Palestina di kawasan Jalan Asia Afrika. Aksi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan dukungan terhadap rakyat Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung. (FOTO : Edi Yusuf)

Sejumlah peserta membawa layang-layang sambil mengikuti aksi solidaritas Palestina di Bandung. Bagi peserta, layang-layang tidak hanya menjadi permainan, tetapi juga simbol kebebasan dan masa kanak-kanak yang semestinya dapat dinikmati tanpa rasa takut. (FOTO : Edi Yusuf)

Massa Mujahidah Pembela Palestina berjalan membawa layang-layang dalam aksi solidaritas di Jalan Asia Afrika, Bandung. Pesan kemanusiaan disampaikan melalui simbol sederhana yang lekat dengan dunia anak-anak. (FOTO : Edi Yusuf)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Layang-layang menjadi simbol dalam aksi solidaritas untuk Palestina yang digelar Mujahidah Pembela Palestina di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Sejumlah peserta membawa dan menerbangkan layang-layang sebagai bentuk protes terhadap ancaman Israel terhadap aktivitas anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Aksi tersebut menyoroti kondisi anak-anak Palestina yang kehilangan ruang untuk menikmati masa kanak-kanak di tengah konflik. Dalam beberapa pekan terakhir, warga Gaza dilaporkan mengimbau anak-anak untuk tidak bermain layang-layang setelah muncul ancaman tindakan militer Israel terhadap aktivitas menerbangkan layang-layang dari Gaza.
Bagi peserta aksi, layang-layang tidak sekadar menjadi permainan, tetapi juga simbol kebebasan dan hak anak untuk bermain dengan aman. Aksi di Bandung tersebut menjadi bentuk penyampaian solidaritas sekaligus seruan agar hak-hak anak Palestina tetap mendapat perhatian di tengah situasi konflik.
sumber : Republika
Artikel terkait
Berita terbaru
Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan
ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung...
Gubernur Lemhannas: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan
PMI Manufaktur Indonesia Melonjak 54, Menko Airlangga Sebut Ekonomi Nasional Menguat
Industri manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja ekspansif sepanjang Oktober 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional naik ke level 54, meningkat dari posisi 52,4 pada...
33 Negara Dibayangi Krisis Pangan. Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton dan cukup hingga Juli–Agustus
