Tuesday, 3 November 2026

Terkini
Lampung

32 Tim Berlaga saat Festival Dayung Tejoasri Lamongan

32 Tim Berlaga saat Festival Dayung Tejoasri Lamongan

LAMONGAN, KOMPAS.com – Sebanyak 32 tim dari Jawa Timur berlaga pada ajang Festival Dayung Tejoasri di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Minggu (9/8/2026).

Mereka datang dari berbagai wilayah seperti Lamongan, Tuban, Sidoarjo, hingga Gresik untuk mengikuti kegiatan yang kini dibidik untuk masuk ke dalam agenda resmi Kalender Event Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, mengapresiasi keberhasilan panitia mengemas olahraga tradisional menjadi magnet wisatawan lintas daerah dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI.

Baca juga: Diduga Dipicu Bakar Sampah, Kebakaran di Babat Lamongan Hanguskan 10 Toko dan 2 Motor

“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi event tahunan dan masuk kalender event Provinsi Jawa Timur. Pesertanya tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi ke depan mudah-mudahan bisa berkembang menjadi event nasional,” ujar Hadi Wawan di Bendungan Bengawan Mati, Minggu.

Hadi menambahkan, pengakuan dan skema promosi dari tingkat provinsi diyakini bakal mendongkrak status festival ini dari kompetisi lokal menjadi destinasi wisata olahraga (sport tourism) berskala nasional hingga internasional.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang turut hadir meresmikan jalannya perlombaan menegaskan bahwa event ini memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi masyarakat pesisir sungai.

Baca juga: KPK Sita 4 Bidang Tanah Diduga Milik Tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

“Setiap tahun lomba ini semakin baik. Festival Dayung Tejoasri tidak hanya menghidupkan olahraga tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kejayaan Bengawan Solo dan mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya,” tutur pria yang akrab disapa Pak Yes tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Tejoasri Yusuf Bachtiar menjelaskan bahwa pemanfaatan Bendungan Bengawan Mati sebagai arena pacu dayung merupakan langkah nyata menghidupkan kembali nilai historis sungai.

Bengawan Solo sejak era kolonial telah menjadi urat nadi moda transportasi serta perekonomian warga lokal.

Pemdes Tejoasri optimistis event ini terus konsisten menjadi daya tarik wisata unggulan di wilayah utara Lamongan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Read More

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *