Jembatan di Kebumen Ambrol Sejak 2025 Belum Tertangani, Warga Was-was Setiap Melintas

KEBUMEN, KOMPAS.com – Kerusakan jembatan di Desa Indrosari, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah belum tertangani.
Warga was-was ketika melintas karena bagian bawah jembatan tidak stabil.
Jembatan penghubung ruas Arjowinangun–Indrosari ini sudah rusak sejak Oktober 2025 lalu. Hingga Agustus 2026, belum mendapatkan penanganan permanen.
Jembatan Indosari ini memiliki panjang dan lebar sekitar 4 meter. Melintasi Sungai Luweng dan menjadi akses utama warga menuju area persawahan serta Pasar Hewan Argopeni Kebumen.
Infrastruktur itu tercatat sebagai aset Pemerintah Kabupaten Kebumen yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Kerusakan bermula ketika hujan deras mengguyur wilayah Buluspesantren pada akhir Oktober 2025.
Baca juga: Viral Jembatan Baru Dibangun Amblas di Deli Serdang, Ternyata Masih Tahap Pengerjaan
Banjir membawa material sampah dalam jumlah besar hingga menyumbat aliran sungai.
Tekanan arus yang semakin kuat kemudian menggerus fondasi jembatan sehingga salah satu penyangga bergeser dan badan jembatan ambrol hampir separuh.
BPBD dan DPUPR sempat melakukan penanganan darurat untuk menormalkan aliran Sungai Luweng.
Namun, kondisi jembatan hingga kini masih rusak dan belum dapat dilalui kendaraan roda empat secara normal.
Was-was Saat Melintas
Salah seorang warga, Barok mengaku khawatir setiap kali melintasi jembatan tersebut.
Menurut dia, kerusakan yang dibiarkan terlalu lama berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kerusakannya sudah lama, tetapi belum ada perbaikan permanen. Setiap melintas pasti muncul rasa was-was karena bagian bawah jembatan terlihat tidak stabil,” kata Barok pada Senin (10/8/2026).
Baca juga: Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Jembatan Lumut Aceh, Warga Curhat Belum Punya Rumah Pascabencana
Kondisi menjadi lebih berbahaya pada malam hari karena minim penerangan dan tidak semua pengendara mengetahui adanya kerusakan di lokasi tersebut.
“Kalau malam risikonya lebih besar. Jalan gelap dan pengendara dari luar desa bisa saja tidak tahu kondisi jembatan,” ujarnya.
Artikel terkait
Berita terbaru
Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan
ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung...
Gubernur Lemhannas: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan
PMI Manufaktur Indonesia Melonjak 54, Menko Airlangga Sebut Ekonomi Nasional Menguat
Industri manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja ekspansif sepanjang Oktober 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional naik ke level 54, meningkat dari posisi 52,4 pada...
33 Negara Dibayangi Krisis Pangan. Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton dan cukup hingga Juli–Agustus
