Kata Pelatih RD Kongo Usai Nyaris Singkirkan Inggris dari Piala Dunia 2026

KOMPAS.com – Pelatih Republik Demokratik (RD) Kongo, Sebastien Desabre, mengaku lebih bangga daripada kecewa meski timnya harus mengakhiri langkah pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis (1/7/2026).
Timnas RD Kongo nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen setelah unggul lebih dulu atas Timnas Inggris dan mempertahankan keunggulan selama lebih dari satu jam pertandingan.
Namun, dua gol Harry Kane dalam 15 menit terakhir membalikkan keadaan dan membawa Inggris menang 2-1 sekaligus lolos ke babak 16 besar.
Baca juga: Kata Tuchel Usai Inggris Nyaris Tersingkir dari Piala Dunia 2026 di Tangan RD Kongo
Meski gagal melaju lebih jauh, Desabre menilai para pemainnya telah meninggalkan kesan positif bagi dunia lewat penampilan mereka sepanjang turnamen.
“Ketika Anda mewakili tim nasional, Anda harus meninggalkan citra yang baik. Saya yakin kami berhasil melakukannya,” ujar Desabre seusai pertandingan, dikutip dari Reuters.
Pelatih asal Perancis itu mengaku tetap kecewa karena harus tersingkir. Meski begitu, ia menilai perjalanan RD Kongo di Piala Dunia 2026 patut dibanggakan.
“Kami lebih bangga daripada kecewa. Tentu kami kecewa harus meninggalkan Piala Dunia, tetapi kami mencetak lima gol di turnamen ini, menghadapi tim-tim yang peringkatnya jauh lebih tinggi, dan mampu meraih hasil yang bagus,” katanya.
Strategi berani hampir berbuah kejutan
Desabre juga menjelaskan strategi yang diterapkannya saat menghadapi Inggris.
Berbeda dari perkiraan banyak pihak, termasuk pelatih Inggris Thomas Tuchel, RD Kongo tidak bermain terlalu defensif.
Desabre justru menurunkan empat bek, bukan lima, untuk memberi tekanan kepada Inggris.
Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih agar timnya mampu memanfaatkan lebar lapangan sekaligus memutus aliran bola Inggris dari lini tengah.
“Kami ingin memanfaatkan lebar lapangan dan membutuhkan ruang. Kami juga ingin menutup area tengah dengan lebih baik serta menghentikan pergerakan Elliott Anderson yang sangat penting dalam proses pembangunan serangan Inggris,” jelasnya.
Baca juga: Man of The Match Inggris Vs RD Kongo: Harry Kane Samai Rekor Dua Legenda
Strategi itu sempat berjalan sesuai rencana. RD Kongo mampu membuat Inggris kesulitan sepanjang pertandingan.
Namun, menurut Desabre, kualitas pemain-pemain kelas dunia akhirnya menjadi pembeda.
“Kami berhasil membuat Inggris berada dalam tekanan, tetapi mereka bereaksi. Itulah kemampuan tim-tim besar,” ucapnya.
Artikel terkait
Berita terbaru
Persib Bisa Salip Singapura dan Vietnam di Ranking AFC? Ini Hitung-hitungan Jika Menang di Kandang Melbourne Victory
Persib berpeluang mendongkrak ranking AFC Indonesia jika menang atas Melbourne Victory. Simak hitung-hitungan poin dan peluang salip Vietnam serta Singapura.
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah Disabilitas pada 2027
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah
LPPM UWG Malang Bidik Hibah Riset Nasional dan Publikasi Scopus, 70 Dosen Digembleng Empat Profesor
Program ini dirancang untuk mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif dalam memperoleh pendanaan penelitian nasional sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi.
Lapangan Maha Mulai Produksi, Pasokan Gas Nasional Bertambah
Lapangan West Ganal mulai produksi gas
