Iran Tetap Serang Kapal Perang AS Meski Diminta tak Ganggu Project Freedom, Trump Lalu Setop Operasi

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Senin (23/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat (AS), pada Ahad (3/5/2026) dilaporkan menyampaikan pesan tertutup kepada Iran bahwa Pentagon akan memulai operasi di Selat Hormuz untuk mengawal kapal-kapal yang berusaha keluar dari jalur tersebut. Portal berita Axios, Selasa (5/5/2026), mengutip pejabat AS dan sumber terkait, melaporkan bahwa Gedung Putih ingin mencegah eskalasi, sehingga meminta Teheran agar tidak mengganggu operasi yang kemudian diumumkan sebagai Project Freedom.
Namun, laporan itu menyebut Iran diduga menyerang kapal Angkatan Laut AS. Padahal pada hari yang sama, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan Washington berkomunikasi dengan Iran baik secara terbuka maupun tertutup untuk memastikan Teheran tidak menghalangi pelaksanaan Project Freedom.
Baru dua hari operasi Project Freedom berjalan, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (6/5/2026), mengatakan, bahwa ia memutuskan untuk menunda Project Freedom yang bertujuan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz, guna melihat apakah kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai. Trump berdalih keputusannya atas permintaan beberapa negara.
“Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer luar biasa yang telah kami capai selama operasi militer terhadap negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran,” tulis Trump di platform Truth Social.
“Kami telah sepakat bersama bahwa, sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Project Freedom (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dijeda untuk waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan (damai dengan Iran) itu dapat difinalisasi dan ditandatangani,” tulis Trump selanjutnya.
Trump mengumumkan Project Freedom pada 3 Mei. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dukungan militer untuk inisiatif ini mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat darat dan laut, platform nirawak multi-domain, serta 15.000 personel. Operasi dimulai Senin (4/5/2026) pagi.
sumber : Sputnik/RIA Novosti-OANA, Anadolu
Artikel terkait
Berita terbaru
JEC Dorong Pemeriksaan Mata untuk Tingkatkan Performa Pesepakbola
JEC menyoroti pentingnya kesehatan mata, dominansi silang, dan kemampuan membaca permainan untuk mendukung performa pesepakbola sejak usia dini.
Takluk dari Kendal Tornado FC, Coach Tavares Ambil Tanggung Jawab
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima Persebaya saat mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27. Di tengah hasil minor tersebut, Bernardo Tavares memilih mengambil...
Berpakaian Adat Khas Melayu, Kepala MAN 3 Bungo H. Haidir Hadiri Agenda Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta
Jakarta — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, H. Haidir, menghadiri rangkaian agenda kunjungan dan kegiatan formal tingkat nasional yang dipusatkan di Masjid...
Profil Jesus de Miguel, Jejak Karier Penyerang CD Tenerife yang Meninggal Dunia
Profil dan perjalanan karier Jesús de Miguel Alameda, penyerang CD Tenerife yang meninggal dunia pada usia 30 tahun.
