Kabar Baik, Bocah Korban Gigitan Ular Weling di Tasikmalaya Mulai Membaik

harapanrakyat.com,- Perkembangan kesehatan DK (12), bocah asal Kampung Borolong, Desa Cilampunghilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menunjukkan tren positif. Setelah melewati masa kritis akibat gigitan ular weling, korban mulai menunjukkan respons motorik yang signifikan pada Sabtu (11/4/2026).

Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia mengatakan, pasien yang sempat tak sadarkan diri sejak Minggu (29/3/2026) lalu itu kini sudah bisa merespons lingkungan sekitar. Momen emosional terjadi saat DK mampu melambaikan tangan kembali kepada sang ayah yang memantau dari balik kaca ruang isolasi ICU.

Baca Juga: Bocah Kritis Dipatuk Ular di Tasikmalaya, RS Butuh 50 Vial Serum

“Alhamdulillah, pasien sudah menunjukkan perbaikan. Tadi saat ayahnya melambaikan tangan, DK merespons dengan mengangkat tangannya. Perkembangan ini sangat kami syukuri,” ungkapnya.

Kondisi Terkini Bocah Korban Gigitan Ular Weling di Tasikmalaya

Upaya penyelamatan nyawa DK memerlukan penanganan medis yang ekstra masif. Mengingat jenis bisa ular Weling yang menyerang saraf sangat mematikan. Tim medis telah menyuntikkan sedikitnya 56 vial serum Anti-Bisa Ular (ABU). Jumlah ini tergolong sangat besar untuk satu pasien.

Menurut dr. Eli, kebutuhan 56 vial tersebut setara dengan ketersediaan stok serum ABU untuk seluruh wilayah Jawa Barat selama satu bulan.

Baca Juga: Anak-Anak di Cikoneng Temukan King Kobra Panjang 3,5 Meter Saat Hendak Wudhu, Damkar Ciamis Langsung Bertindak

Untuk mencukupi kebutuhan harian yang mencapai 5 hingga 10 vial, pihak RSUD terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi guna memastikan pasokan tambahan tetap tersedia tanpa membebani pasien.

Kondisi DK juga memicu perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, turun langsung meninjau kondisi korban gigitan ular weling di RSUD KHZ Musthafa, sekaligus memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga.

Asep menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjamin biaya pengobatan DK. Hal ini menyusul adanya laporan bahwa biaya perawatan intensif di ruang ICU telah melampaui limit pertanggungan BPJS Kesehatan.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan dan RSUD akan membantu skema pembiayaannya. Meski limit BPJS sudah habis, kami upayakan agar keluarga tidak terbebani biaya sedikit pun. Ini komitmen kami dalam melayani masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” kata Asep Sopari.

Baca Juga: Ular Koros dan Weling Sembunyi di Tumpukan Baju, Damkar Garut Evakuasi dalam Hitungan Menit

Peristiwa memilukan ini sebelumnya terjadi saat DK sedang tertidur lelap di lantai rumahnya. Tanpa disadari, seekor ular weling masuk ke dalam rumah dan mematuk korban.

Saat ini, tim medis masih melakukan pemantauan ketat di ruang ICU hingga kondisi bocah kelas 6 SD tersebut benar-benar stabil sebelum dipindahkan ke ruang perawatan umum. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Baca Juga