Prabowo Serukan Gentengisasi, Begini Respons Bos BTN (BBTN)

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berbicara mengenai proyek “gentengisasi” yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Bank pelat merah itu akan menyalurkan subsidi dari pemerintah untuk renovasi rumah rakyat, yang melingkupi perbaikan atap.
Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo menyebut program gentengisasi dalam hal ini termasuk dalam renovasi rumah bersubsidi. Selain perbaikan genteng, renovasi bersubsidi juga fokus pada perbaikan sanitasi.
“Jadi alokasi renovasi rumah dari budget pemerintah nanti ada subsidi untuk itu, dan kita tentunya menjadi bank penyaluran untuk subsidi pemerintah khusus untuk renovasi rumah, bisa digunakan untuk perbaikan genteng, perbaikan sanitasi, dan lain-lain,” jelas Setiyo saat media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara, Rabu (4/1/2026).
Seperti diketahui, Prabowo melihat banyak rumah, khususnya di wilayah perdesaan, masih menggunakan atap seng. Untuk itu, dia menginginkan rumah di seluruh wilayah menggunakan atap genteng.
Tidak hanya pembiayaan renovasi, Setiyo mengatakan BTN membuka peluang untuk membiayai juga kontraktor, produsen, dan startup material genteng yang ramah lingkungan. Namun, proses pengembangan material genteng yang ramah lingkungan itu membutuhkan waktu.
“Karena ini spesifik, biasanya perlu R&D (research and development), produsen plafon nggak cuma langsung cetak-cetak, nggak. Mesti diuji coba,” tuturnya.
Adapun gentengisasi adalah bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan proyek gentengisasi ini menjadi upaya cepat pemerintah dalam menggaet wisatawan asing.
Menurut Presiden, wisatawan asing enggan datang ke Indonesia jika sampah masih menumpuk serta atap rumah Indonesia masih menggunakan seng dan berkarat.
“Turis tidak akan datang kalau sampahnya numpuk dan atapnya semua atap seng yang berkarat,” ujar Airlangga usai Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, dikutip Selasa (3/2/2026).
Terkait dengan pendanaannya, Airlangga menuturkan akan ditambahkan ke dalam APBN. Besarannya pun sudah dihitung, meski dia belum mengungkapkannya.
Tak sekedar mengganti genteng rumah warga, Prabowo pun mempertimbangkan pembangunan pabrik genteng. Menurut Prabowo, ongkos untuk membuat pabrik genteng itu tidak mahal, begitu juga dengan ongkos produksinya.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Artikel terkait
Berita terbaru
Pengembangan perkotaan cerdas: Menjamin keamanan, pertahanan nasional, pertahanan sipil, dan pembangunan berkelanjutan.
(CLO) Pemerintah bertujuan untuk menciptakan kota pintar yang mampu menjaga operasional infrastruktur penting dan layanan penting dalam situasi darurat dan pertahanan, memenuhi persyaratan pertahanan...
Keberhasilan PSR di Siak: Produktivitas TBS Koperasi Mitra PTPN IV Lampaui Target Nasional
SIAK, SAWIT INDONESIA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menunjukkan capaian produktivitas...
Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Mulai Merangkak Naik
Kenaikan harga tersebut rata-rata mencapai Rp200 per kilogram dan mulai dirasakan pedagang sejak tiga hingga empat hari lalu.
Pentagon Pasok 25 Ribu Drone untuk Perkuat Militer AS di Timur Tengah
Metapos.id, Jakarta — Amerika Serikat (AS) terus memperkuat kesiapan militernya di kawasan Timur Tengah melalui pengiriman lebih dari 25.000 sistem
