Menuju Cerdas Finansial di Era Digital

Wanita belanja impulsif lewat online (ilustrasi). Ketika teknologi mengubah cara kita berinteraksi, bekerja, dan terutama berbelanja, kemampuan untuk mengelola keuangan secara cerdas menjadi penentu kualitas hidup.

Oleh : Dr. Nur Asni Gani, Dosen UMJ dan Pengusaha
REPUBLIKA.CO.ID, Cerdas finansial di era digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Ketika teknologi mengubah cara kita berinteraksi, bekerja, dan terutama berbelanja, kemampuan untuk mengelola keuangan secara cerdas menjadi penentu kualitas hidup.
Dunia digital memberikan kenyamanan luar biasa dalam aktivitas konsumsi. Cukup dengan satu ketukan layar, barang dapat dipesan dan dikirim hingga ke pintu rumah. Namun, di balik kemudahan itu, tersembunyi jebakan konsumtif yang kian halus dan sistematis, menjadikan literasi finansial sebagai kebutuhan mendesak.
Perempuan memiliki posisi strategis dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Dalam banyak kasus, merekalah yang menjadi pengambil keputusan pembelian, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun konsumsi pribadi.
Dalam konteks digital, peran ini diperkuat oleh kemampuan perempuan mengakses e-commerce, dompet digital, dan aplikasi belanja dengan cepat dan efisien. Tetapi, di sinilah letak tantangannya.
Era digital memicu sensasi adiktif yang dikenal sebagai add to cart dopamine, dorongan emosional yang muncul saat memasukkan barang ke keranjang belanja, meskipun belum tentu dibutuhkan. Fenomena ini sering dibungkus narasi self-reward sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras, namun dalam jangka panjang bisa menjelma menjadi self-destruction bila tidak disertai kesadaran dan kontrol diri.
Layanan paylater adalah contoh nyata bagaimana teknologi bisa mendorong perilaku konsumtif. Alih-alih mendorong efisiensi, sistem bayar kemudian menciptakan ilusi ketersediaan dana dan mengaburkan batas antara mampu dan ingin.
Ketika tanggungan menumpuk, barulah muncul kesadaran bahwa gaya hidup ternyata telah melampaui batas kemampuan finansial. Dalam konteks ini, pemisahan antara kebutuhan dan keinginan bukan sekadar teori, melainkan strategi bertahan hidup. Kemampuan memilah mana yang penting dan mana yang hanya memuaskan emosi sesaat merupakan bentuk kecerdasan emosional yang esensial dalam manajemen keuangan modern.
Artikel terkait
Berita terbaru
Inflasi Nasional Turun, Padang Panjang Perkuat Langkah Pengendalian Harga
Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah melalui pemantauan harga, menjaga ketersediaan pasokan, serta mendukung sekt...
Teddy Muncul di Istana, Dampingi Prabowo Terima Usulan Pahlawan Nasional di Tengah Riuhnya Medsos
Kemunculan Seskab Teddy Indra Wijaya mendampingi Presiden Prabowo di Istana menjadi perhatian di tengah ramainya perbincangan warganet menge
Prabowo Terima Rekomendasi Calon Pahlawan Nasional untuk Peringatan 10 November
Presiden Prabowo Subianto menerima rekomendasi pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh bangsa menjelang peringa
Persib Taklukkan Melbourne Victory 2-1 di Australia
Persib Bandung menang 2-1 atas Melbourne Victory di Australia setelah mencetak dua gol pada menit ke-85 dan ke-90.
