Friday, 30 October 2026

Terkini
Nasional

3 Alasan Institut Konfusius yang didanai China Disebut sebagai Ancaman Keamanan Nasional AS

Departemen Pertahanan AS menetapkan pusat-pusat kebudayaan yang didanai China di kampus-kampus universitas, yang dikenal sebagai Institut Konfusius, s

Sumber foto: RCTI+

Departemen Pertahanan AS menetapkan pusat-pusat kebudayaan yang didanai China di kampus-kampus universitas, yang dikenal sebagai Institut Konfusius, sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat. Itu diungkapkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Washington telah lama menuduh Institut Konfusius sebagai alat propaganda China dan telah mengambil langkah-langkah untuk menindak lembaga-lembaga tersebut.

"Ternyata ada 80 sel propaganda baru yang muncul di 30 universitas dengan menggunakan nama dan piagam yang berbeda, namun dengan misi yang sama: mencuri kekayaan intelektual dan menyusup ke dalam pikiran para mahasiswa Amerika," kata Hegseth.

Selama dua bulan terakhir, Departemen Pertahanan telah "membongkar setiap organisasi tersebut secara sistematis," ujarnya.

Komentar ini disampaikan sehubungan dengan kebijakan Departemen Pertahanan AS yang menerapkan pembatasan pendanaan penelitian terhadap puluhan universitas di China. Awal bulan ini, seorang anggota parlemen dari Partai Republik meminta departemen tersebut untuk menambahkan 58 institusi pendidikan dan 62 laboratorium teknologi asal China ke dalam daftar yang dikenal sebagai "daftar 1286".

"Tindakan AS pada dasarnya memaksa lembaga-lembaga penelitian di AS untuk memihak, serta secara sengaja merusak kerja sama penelitian ilmiah yang wajar antara China dan AS," ungkap Kementerian Perdagangan China.

"Hal ini justru akan menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi AS sendiri," tambahnya.

Departemen Pertahanan—yang oleh Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth disebut sebagai "Departemen Perang"—dilarang memberikan pendanaan penelitian kepada entitas mana pun yang bekerja sama dengan universitas-universitas China yang tercantum dalam daftar tersebut. Pihak departemen menyatakan bahwa kolaborasi dengan institusi-institusi dalam daftar itu merupakan masalah kepatuhan yang dapat membahayakan pendanaan federal AS.

Sumber: RCTI+. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *