JAKARTA, KOMPAS.com – Pebalap MotoGP Marc Marquez yang dikenal sebagai sosok agresif dan penuh determinasi di lintasan, ternyata menyimpan sejumlah kebiasaan unik yang selalu ia lakukan menjelang balapan.
Ritual-ritual kecil itu menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas juara dunia MotoGP tersebut sebelum turun ke lintasan.
Marc Marquez mengungkapkan kebiasaan itu saat menjadi tamu dalam program El Objetivo di stasiun televisi La Sexta.
Pebalap asal Spanyol tersebut mengaku memiliki sejumlah ritual yang dilakukan secara konsisten setiap akhir pekan balapan.
“Di sirkuit, saya menyebutnya ritual, tapi sebenarnya itu kebiasaan,” ujar Marquez, dikutip dari Motosan.es, Jumat (9/1/2025).
Baca juga: Rahasia Pengereman Tikungan MotoGP: Pengaruh Slipstream
Salah satu ritual yang paling menarik adalah soal perlengkapan balap yang ia kenakan. Marquez selalu menggunakan celana dalam berwarna biru saat sesi latihan, sementara warna merah khusus ia pakai saat balapan.
Tak hanya itu, urutan dan waktu persiapan sebelum naik motor juga dibuat seragam. Marquez selalu mengenakan helm pada detik yang sama dan berjalan menuju motor pada waktu yang sama pula.
AFP/JURE MAKOVEC Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, menyapa di podium setelah Grand Prix MotoGP Austria di trek balap Red Bull Ring di Spielberg, Austria, pada 17 Agustus 2025. (Foto oleh Jure Makovec / AFP)
“Ada juga hal-hal kecil seperti penutup telinga yang selalu saya pasang lebih dulu di telinga kanan,” kata pembalap bernomor 93 tersebut.
Menurut Marquez, kebiasaan-kebiasaan itu membantunya masuk ke dalam mode kompetisi. Dengan rutinitas yang sama, fokus dan konsentrasi bisa terjaga secara maksimal sebelum lampu start menyala.
“Itu membuat saya masuk ke mode balapan, dengan konsentrasi penuh,” ujarnya.
Meski terkesan tak biasa, Marquez menegaskan ritual tersebut bukan bentuk takhayul. Ia menyebut kebiasaan itu sebagai cara untuk menjaga ketenangan dan kesiapan mental.
Baca juga: Daftar Harga City Hatchback, Yaris, dan Mazda2 di Awal 2026
Menariknya, sebagian kebiasaan tersebut juga terbawa ke kehidupan sehari-hari, meski tidak dilakukan seketat saat akhir pekan balapan.
“Kebiasaan ini terbawa juga ke rumah, tapi tentu tidak sampai ekstrem seperti di sirkuit,” ucapnya.
Meski sempat mengalami cedera sepekan setelah meraih gelar juara grand prix kesembilan di Motegi, Marquez dijadwalkan kembali turun lintasan pada tes pramusim MotoGP di Sepang, awal Februari mendatang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang