Kemenkes Hapus Fitur Edit Data Kesehatan Jemaah Haji untuk Cegah Manipulasi


Kemenkes hapus fitur edit data kesehatan jemaah haji cegah manipulasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berinisiatif menghapus fitur “edit” pada aplikasi input data kesehatan jamaah haji. Langkah ini dilakukan untuk mencegah manipulasi data kesehatan jamaah yang dipegang oleh petugas di daerah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskes Haji) Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, menjelaskan bahwa sebelumnya petugas dapat mengedit data setelah diinput. Namun, kini jika perubahan diperlukan, harus melalui persetujuan berlapis hingga ke Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.

Perubahan sistem ini dilakukan setelah evaluasi tahun lalu menunjukkan banyak jamaah dengan risiko kesehatan tinggi tetap diberangkatkan, memicu angka kematian tinggi. Oleh karena itu, pengawasan musim haji 1447 H/2026 M diperketat secara digital.

Liliek menambahkan, Kemenkes juga mengintegrasikan data screening dengan riwayat BPJS Kesehatan (JKN). Sistem otomatis akan melacak riwayat kunjungan medis jamaah dalam tiga bulan terakhir. Jika jamaah rutin mengakses fasilitas kesehatan, catatannya dapat menunjukkan stabilitas penyakit mereka.

Pemeriksaan tahun ini juga mencakup penilaian kesehatan mental dan kognitif untuk mendeteksi demensia. Proses dilakukan melalui aplikasi dengan pertanyaan otomatis, seperti menanyakan nama Presiden, untuk menentukan kelayakan tanpa intervensi petugas.

Langkah ini diambil setelah diketahui bahwa sekitar 80% jamaah tahun lalu memiliki komorbid namun tetap lolos seleksi daerah. Kemenkes berharap kebijakan ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian jemaah di Tanah Suci.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read More

Baca Juga